Jumat, 05 Oktober 2018

Aku Berdoa Untuk Seorang Lelaki




Ya Allah...
Aku berdoa untuk seorang lelaki yang akan menjadi bagian dari hidupku,
seorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu,
seorang lelaki yang akan meletakkan ku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau,
seorang lelaki yang hidup bukan untuk dirinya sendiri,
seorang lelaki yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku,
seorang lelaki yang tidak hanya memujaku, tetapi juga menasehatiku ketika aku berbuat salah,
*****
seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku ku tetapi karena hatiku,
seorang lelaki yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi,
seorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya,
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna, namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu,
seorang lelaki yang membutuhkan dukungan ku sebagai peneguhnya,
seorang lelaki yang membutuhkan doaku untuk kehidupan dan segala urusannya,
seorang lelaki yang membutuhkan senyumanku untuk menghapus kesedihannya,
seorang lelaki yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna,
***
Dan aku juga minta...
Jadikanlah aku seorang wanita yang dapat membuat pria itu bangga dan bahagia,
berikanlah aku sebuah hati yang sungguh mencintai Mu,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMu, bukan mencintainya sekedar cintaku,
berikanlah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya,
Berikanlah aku penglihatanMu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya, berikanlah aku mulut Mu sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap detik,
dan bilamana akhirnya kami bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan ;
"betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepada ku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna",
aku mengetahui bahwa engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatu indah pada waktu yang Engkau tentukan,
***
Allah yang Maha Pemurah....
Terimakasih engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya,
terimakasih untuk saat-saat terindah yang kami nikmati bersama,
terimakasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami lalui bersama,
terimakasih untuk sat-saat yang lalu,
saya datang bersujud dihadapanMU, sucikan hatiku ya Allah,
sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMu dalam hidup saya...,
****
Ya Allah....
Jika Engkau ciptakan ia untuk saya, Ya Allah....tolonglah satukan hati kami.
Bantulah saya untuk mencintainya, mengerti dan menerimanya dia seutuhnya.
Berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk menenangkan hatinya. Urapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana saya telah kau ciptakan.
Yakinkanlah ia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia..
***
Ya Alah Maha Pengasih...
dengarlah do'a saya ini.
Lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan KehendakMu..
Amieenn yaa Robbal 'Alamin..






KETIKA LELAH



Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang seperti sia sia..
Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih..
Allah sudah menghitung air matamu.

Jika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja..
Allah sedang menunggu bersama samamu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman temanmu terlalu sibuk untuk menghubungimu..
Allah senantiasa berada disampingmu.

Ketika kau fikir kau sudah berusaha sesungguhnya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..
Allah mempunyai jawabannya.

Ketika segalanya menjadi sesuatu yang tidak masuk akal dan kau merasa tertekan..
Allah bersamamu untuk menenangkanmu.

Jika tiba tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan..
sebenarnya Allah sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Allah telah pun memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban..
Allah akan tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi..
Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Oleh itu ingatlah.. dimana pun kau berada..
Allah akan mengetahui dan senantiasa berada disampingmu..
















Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang seperti sia sia..
Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih..
Allah sudah menghitung air matamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu terasa berlalu begitu saja..
Allah sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman temanmu terlalu sibuk untuk menghubungimu..
Allah senantiasa berada disampingmu.

Ketika kau fikir kau sudah berusaha sesungguhnya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..
Allah mempunyai jawabannya.

Ketika segalanya menjadi sesuatu yang tidak masuk akal dan kau merasa tertekan..
Allah bersamamu untuk menenangkanmu.

Jika tiba tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan..
sebenarnya Allah sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Allah telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban..
Allah akan tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi..
Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Oleh karena itu ingatlah… dimana pun kau berada..
Allah akan mengetahui dan senantiasa berada disampingmu..



Ya Allah..

Jagalah saudariku dikala penjagaanku tak sampai padanya.

Sayangi ia kala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata.

Muliakan ia, kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja.

Karena Engkau punya segala yang tak kupunya dan karena kuinginkan ia selalu jadi sahabatku di dunia dan mengharap bertemu dia di Surga.


Saudaraku, hati manusia hanya bisa mencintai sekejap

Kaki hanya bisa melangkah sejauh lelah

Tetapi, sebuah persaudaraan adalah keabadian yang sangat tak ternilai…..‘Buatku’

Jika suatu hari, entah kini ataupun esok aku tak lagi bisa bernafas,

Ketahuilah salah satu hadiah terindah yang pernah kudapat adalah mengenalmu dan bersaudara denganmu

Kedewasaan berarti keberanian menghadapi segala rasa sakit untuk menjadi lebih tegar.

Belajar dari kesalahan masa lalu untuk jadi lebih baik.

Dunia tak selalu menghiasi langkah kita dengan cahaya, terkadang kegelapan
mengiringi kehadirannya di sudut-sudut yang tak terduga

Namun Allah telah menunjukkan jalan untuk melewatinya

Bersyukur, lapang dada dan bersabar saat sempit

Semoga kebaikan selalu mengiringi langkahmu…


Hidup mengajari kita tentang makna bersyukur di fajar hari.

Juga tentang kerja keras di terik siang.

Tersenyum saat senja menjelang.

Serta merasa damai ketika terlelap dalam malam.

Dia tahu lelahnya ragamu hari ini.

Dia juga tahu berkurangnya jatah bersantai yang harus kau nikmati.

Dia sangat tahu bahkan lebih dari yang kau tahu.

Tapi kau harus tetap tersenyum.

Karena ternyata, senyummu telah terbalas olehNya…


Hidup adalah kumpulan pilihan

Kita mungkin tak sekuat batu karang saat ombak menerjang

Kita juga mungkin tak seperti jati yang tegar berdiri walau nyala api mengelilingi

Tapi kita dapat bertekat untuk jadi seorang hamba yang tak pernah letih mendekati Rabbnya seraya berdo’a :

“Rabb.. anugerahkan aku kesabaran untuk imani semua ketetapanMu..”

Hingga air mata ini menagih janji agar malaikat menyambut:

“Salaamun’alaikum bima shabartum” di tempat perjumpaan abadi denganMu. Amiin..

Bila Suatu Saat Aku Jatuh Cinta






Allahu Rabbi

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amiin.

LAPORAN BUSAN KOREA DONG-EUI 2014



DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………… 1
                Latar Belakang   …………………………………………………………………………   1
                Dasar Hukum ……………………………………………………………………………     3
                Sumber Dana …………………………………………………………………………….  3
                Tujuan  ……………………………………………………………………………………  3
Jadwal Dan Materi Pelatihan ...........………………………………………………………….. 3

II. MATERI PELATIHAN…………………………………………………………………………  6
                Pemahaman Sistem Pendidikan di Korea Selatan             ....................……………………..  6
                Sekolah-sekolah masa depan di Era Masyarakat Digital …………………………………… 15
                Pendidikan Untuk Kreativitas serta Metode Pengajarannya ……......………………………. 25
                Bimbingan Karir dan Konseling Untuk Siswa Sekolah Menengah ..........……………………  41
                Konsultasi Untuk Pengajaran Kelas / Sekolah ……………………………………………….47
                Praktek Pengajaran Di Sekolah    ………………………………………………………….. 51
                Sejarah dan Budaya Korea Selatan.....…………………………………………………….  60

III. PENUTUP …………………………………………………………………………………….. 77
                Simpulan ……………………………………………………………………………     77
                Saran         .........………………………………………………………………………..    78

               






KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat ilahi Robby atas limpahan rahmat dan karunianya sehingga kami bisa mengikuti kegiatan progran teacher capacity di kota Busan- Korea selatan sebagai salah satu implementasi kegiatan program kerjasama sister city Surabaya-Busan. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan (20 Juli – 17 Agustus 2014) sungguh memberikan manfaat yang begitu besar khususnya kepada kami para guru yang mengikuti program tersebut. Kami belajar banyak hal tentang sistem pendidikan yang menjadi  kunci sukses mengantarkan Korea menuju bagaian  dari negara-negara maju di dunia.
Laporan yang kami susun tentang kegiatan selama kami disana adalah salah satu bentuk usaha kami agar nantinya proses pembelajaran yang kami peroleh bisa menjadi inspirasi dalam merumuskan kebijakan-kebijakan pendidikan yang lebih baik khususnya untuk Kota Surabaya. Laporan ini juga kami susun sebagai betuk pertanggungjawaban kami agar nantinya materi-materi ataupun kunjungan-kunjungan kami ke sekolah-sekolah, lembaga pendidikan dan pusat-pusat kebudayaan bisa terdokumentasikan secara rapi dan sistematis sehingga bisa menjadi referensi untuk memajukan program-program kerjasama dengan Kota Busan  di masa mendatang.
 Ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk Pemerintah Kota Surabaya dan segenap tim yang telah membantu kami dalam persiapan dan selama tinggal di Busan hingga kami bisa kembali ke Kota Surabaya  dengan nyaman dan  lancar. Besar harapan kami semoga kelak  bisa mengikuti program yang sama kembali di masa mendatang.

Penyusun

Tim Delegasi Guru Surabaya 2014






BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam  proses menciptakan ilmu, pola pikir, akhlak dan moral sumber daya manusia untuk mengembangkan potensi diri. Melalui pendidikan kita dapat menciptakan masa depan sesuai dengan mimpi dan harapan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Nelson Mandela mengungkapkan bahwa no country can really develop unless its citizens are educated. Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional yang lebih baik dengan mengintegrasikan nilai – nilai kebudayaan dan pembentukan serta pengembangan karakter peserta didik. Salah satu upaya tersebut adalah penerapan kurikulum 2013. Tujuan diterapkannya kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.
Sekolah merupakan salah satu elemen penting pendidikan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, manusiawi, dan berakhlak mulia. Sekolah yang berkualitas baik memiliki unsur – unsur  penunjang yang baik. Salah satu unsur penunjang sekolah adalah tenaga pendidik atau guru. Permendiknas nomor 16 tahun 2007 menyebutkan guru harus memenuhi empat standar kompetensi yaitu, pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut harus terintegrasi dengan kinerja guru sehingga tercipta proses pembelajaran yang kreatif dan optimal.
Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia dengan visi misi “Menuju Surabaya sebagai Kota Jasa dan Perdagangan yang Cerdas, Manusiawi, Bermartabat, dan Berwawasan Lingkungan” mempersiapkan diri menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015. Secara tersirat, pemerintah kota Surabaya fokus pada pembenahan sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dengan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dari jenjang pendidikan dasar, menengah, dan kejuruan. Salah satu  implementasinya dalam bentuk pengiriman tenaga pendidik atau guru  ke negara dengan kualitas pendidikan yang lebih baik dengan tujuan agar wawasan tentang dunia pendidikan pada umumnya serta ketrampilan mengajar pada khususnya berkembang dan menjadi lebih baik.
Korea Selatan atau Republic of Korea  merupakan negara bekas jajahan Jepang yang merdeka pada 15 Agustus 1945, hampir bersamaan dengan Indonesia. Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan perkembangan industri dan teknologi yang berkembang sangat pesat dalam dua dekade terakhir. Kemajuan pesat tersebut dikarenakan sistem pendidikan korea selatan yang maju. Bahkan menurut lembaga penelitian pendidikan internasional Pearson, Korea Selatan menempati peringkat pertama sebagai negara dengan sistem pendidikan global terbaik diatas Jepang maupun negara maju seperti Inggris.
Busan merupakan kota terbesar kedua di Korea Selatan setelah ibukota negara, Seoul, mirip dengan Surabaya. Busan juga memiliki pelabuhan besar seperti Surabaya. Busan selain terkenal sebagai kota perdagangan, karena memiliki pelabuhan terbesar dan terpadat kelima di dunia, juga sebagai kota pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah Busan sudah dikenalkan dengan pemanfaatan teknologi informasi sejak usia dini. Konsep pembelajaran di sekolah sudah mengarah kepada kreatifitas, inovasi pemikiran dan mengarah pada dunia usaha (entrepreneur). Sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan berkualitas dan berdaya saing global. Kedua kota, Busan dan Surabaya, telah menjalin kerjasama selama bertahun – tahun sebagai sister city. Kerjasama tersebut mengerucut ke sektor kegiatan belajar mengajar di sekolah, termasuk sister school maupun antar universitas.
Berdasarkan hal tersebut diatas, pemerintah kota Surabaya mengirimkan guru jenjang pendidikan menengah dan kejuruan ke Busan, Korea Selatan sebagai upaya peningkatan kualitas SDM di Surabaya melalui pendidikan. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang kepribadian, sosial, profesional, dan pedagogik. Delegasi guru akan mengikuti Teacher Capacity Development Training Program” di Dong-Eui University Busan, Korea Selatan selama 30 hari.

B.       Dasar Hukum
1.         Surat Undangan dari Dong-Eui University Busan Korea Selatan yang ditujukan kepada Walikota Surabaya tanggal 17 Juni 2014
2.         Surat Perintah Walikota Surabaya nomor 800 / 2990 / 436.2.3/ 2014

C.      Sumber Dana
Pengiriman delegasi 20 guru jenjang pendidikan menengah dan kejuruan kota Surabaya untuk mengikuti kegiatan  Teacher Capacity Development Training Program” ke Dong-Eui University Busan, Korea Selatan seluruhnya dibiayai oleh APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2014 pada Bagian Kerjasama.
D.    Tujuan
Tujuan dari program ini secara umum adalah meningkatkan empat kompetensi guru seperti tercantum dalam PERMENDIKNAS No. 16 Tahun 2007. Sedangkan tujuan secara khusus adalah :
1.         Menambah wawasan guru tentang sistem pendidikan di Korea Selatan
2.         Meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran dan pengajaran  berbasis student centered dan IT technology di dalam maupun di luar kelas.
3.         Meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan kelas berbasis student centered yang menitikberatkan pada pengembangan kreativitas peserta didik.
4.         Meningkatkan kreativitas guru dalam pengembangan aktivitas dan umpan balik pada peserta didik
5.         Menambah wawasan guru tentang metode assessment.
6.         Membangun hubungan kerjasama di antara guru kedua kota.  
7.         Meningkatkan motivasi guru untuk senantiasa mengembangkan kemampuan diri.

E.  Jadwal dan Materi Pelatihan
(1).        Pre-departure
Pembekalan bahasa terutama bahasa Korea diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui bagian kerjasama di Balai Bahasa, Jalan Pemuda Surabaya. Kursus bahasa diberikan secara intensif selama dua minggu sebelum keberangkatan pada tanggal 19 Juli 2014. Selain kursus bahasa, juga diberikan pembekalan berupa wawasan tentang kebudayaan, kondisi geografis, iklim atau cuaca, serta sistem transportasi di Korea Selatan terutama di Busan oleh Mr. Lee Kyeong Yun.
(2).        Departure
Delegasi berangkat pada hari Sabtu tanggal 19 Juli 2014 melalui terminal 2 bandara internasional Juanda Surabaya menuju Incheon Korea Selatan dengan penerbangan sekali transit di bandara Hongkong.

(3).        Training Program
Pelaksanaan kegiatan “Teacher Capacity Development Training Program” ke Dong-Eui University, Busan, Korea Selatan dilaksanakan mulai hari Senin tanggal 21 Juli 2014 sampai dengan hari Jumat tanggal 15 Agustus 2014. Materi pelatihan terdiri dari enam bagian :
1.         Pemahaman tentang sistem pendidikan di Korea Selatan
a)        Sistem pendidikan di Korea Selatan
b)        Kurikulum dan evaluasi pendidikan menengah di Korea Selatan
c)        Kebijakan dan issue pendidikan di Korea Selatan
d)       Anggaran dan dana pendidikan di Korea Selatan
e)        Pencegahan tindak kekerasan di sekolah
2.         Sekolah masa depan di era masyarakat digital
a)        Internet dan informasi Nethics Education di Korea Selatan
b)        Perpustakaan menyenangkan
c)        ICT dalam pendidikan di Korea Selatan
d)       Content maker for e-learning
e)        Prezi Sign Up
3.         Pendidikan untuk kreativitas dan convergent thinking serta metode pengajarannya
a)        Metode mengajar dan pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa
b)        Club Activities (Ekstrakurikuler)
c)        Trend dalam pendidikan matematika dan sains di Korea Selatan
d)       STEAM model pendidikan
e)        Metode pengajaran inovativ : Action Learning
f)         Metode pengajaran inovativ : Flipped Learning
g)        Kasus aktual untuk kreatifitas dan pendidikan karakter di Korea Selatan
h)        Pedoman membaca menggunakan Book Art
4.         Bimbingan karir dan konseling untuk siswa menengah (SMP , SMA, SMK)
a)        Pembentukan karakter dan pelaksanaan konseling di sekolah-sekolah di Korea Selatan
b)        Career and counseling guidance
c)        MBTI : bagaimana kita berbeda?
5.         Konsultasi untuk pengajaran / kelas / sekolah
6.         Praktek pengajaran di bidang pendidikan (sekolah) dan kebudayaan dengan belajar dan mengunjungi beberapa tempat.







BAB II
MATERI PELATIHAN

A.    Pemahaman Sistem Pendidikan di Korea Selatan
Pendidikan merupakan tonggak utama kemajuan Korea Selatan. Keberhasilan Korea Selatan di bidang pendidikan menengah, kejuruan, dan penelitian dapat ditunjukkan dengan (1) kinerja siswa yang sangat baik; (2) pelatihan tenaga kerja terampil; (3) kemampuan penelitian taraf internasional; serta (4) muncul dan berhasilnya perusahaan global.
Tes PISA  tahun 2006 membuktikan bahwa minat baca siswa SMA  kelas 1 peringkat pertama dan tahun 2007 menurut TIMSS, Korea Selatan urutan ke-10 di bidang matematika. Negara ini dikembangkan menjadi peneliti hebat urutan ke-12 tingkat SCI kategori publikasi dengan 35.569 disertasi.
Kekuatan pendorong bangkitnya pendidikan di Korea Selatan sebagai berikut.
1)   Kesadaran pendidikan sangat tinggi: orang tua mendorong agar anak-anaknya belajar kapan dan di mana pun.
2)   Membangun sistem pendidikan yang bagus.
3)   Promosi pendidikan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Pelaksanaan program pendidikan di Korea Selatan menitikberatkan pada aspek menumbuhkan dan mengeksplorasi kreativitas dan bakat siswa. Sumber daya manusia yang kreatif diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan inovasi tiada henti di bidangnya sehingga pendidikan di Korea Selatan mampu memberikan konstribusi pada peningkatan perekonomian negara.
Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini gambaran sistem pendidikan di Korea Selatan.
1.    Sistem Pendidikan di Korea Selatan
Jenjang pendidikan yang berlaku di negara tersebut sama dengan Indonesia. Untuk jenjang pendidikan, terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu:
1)             Pendidikan Sekolah Dasar
Tingkatan ini diikuti oleh siswa yang berusia 6 s.d. 11 tahun dengan masa belajar 6 tahun.
2)             Pendidikan Sekolah Menengah, terbagi atas:
a.    Sekolah Menengah Pertama (Middle School)
Tingkatan ini ditempuh selama 3 tahun dengan usia siswa 12 s.d. 14 tahun. Di Korea Selatan yang termasuk tingkat pendidikan ini, yaitu Middle School, International Middle School, dan Private Middle school
b.    Sekolah Menengah Atas (High School)
Tingkatan ini ditempuh selama 3 tahun dengan usia siswa 15-17 tahun. Yang termasuk tingkatan pendidikan ini, yaitu High School, International High School, dan Private High School.
c.    Sekolah Kejuruan (Vocational school)
Tingkatan ini ditempuh selama 3 tahun yang terdiri dari beberapa jenis jurusan dalam satu sekolah. Yang termasuk jenis sekolalah ini contohnya: National Mechanical Technical High School, Technical High School.
Aktivitas pengalaman kreatif terdiri atas 4 bentuk kegiatan, yaitu:
1)      Aktivitas eksplorasi, yaitu tentang belajar, lowongan kerja, kunjungan usaha, aktivitas pelatihan karir, dsb.
2)      Kelompok aktivitas, yaitu kelompok sains, matematika, bahasa inggris, debat, kajian buku, olahraga, seni dsb.
3)      Aktivitas kerja sukarela, yaitu menolong anak-anak multikultur, aktivitas kampanye, kemitraan LSM, dsb.
4)      Aktivitas khusus, yaitu festival, kejuaraan, duta siswa, seminar motivasi, dsb.
Selain kurikulum yang sudah berlaku di Korea Selatan, pemerintah membuat kebijakan baru tentang pendidikan pada tahun 2013. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Bentuk kebijakan pendidikan sebagai berikut.
a.   Pendidikan Karir
Siswa mendapatkan layanan konseling sejak awal tentang impian karir mereka kelak. Layanan tersebut memperkenalkan macam pilihan karir yang bagus dengan membekali keterampilan dan keilmuan yang mendukung.
b.   Free learning semester
Merupakan bentuk/masa belajar siswa yang dilakukan saat libur semester melalui kegiatan mendiskusikan dan mempresentasikan tugas/proyek tentang pengalaman atau eksplorasi diri. Kebijakan ini baru diujicobakan di beberapa sekolah dan baru diberlakukan seluruh sekolah menengah tahun 2016.
c.   Strategi Pembelajaran SMART
Istilah SMART dapat dijabarkan:
1)      Self Directed, yaitu membangun sistem kelas online dan infrastruktur sekolah bersifat Cloud.
2)      Motivated, yaitu membangun sistem penilaian online dan memperkuat kualitas guru.
3)      Adaptive, yaitu penggunaan teksbook digital, vitalisasi online pada kurikulum umum, dan penilaian online.
4)      Resource Enriced, yaitu pengembangan dan aplikasi digital teksbook dan mengaktifkan penggunaan isi pendidikan untuk tujuan umum.
5)      Technology Embedded, yaitu infrastruktur sekolah berbasis Cloud Computing Services, yaitu semacam membuat konten pendidikan berbasis web yang berfungsi sebagai layanan terbuka bagi siswa, guru, dan orang tua.
Tujuan strategi pendidikan SMART adalah membentuk karakter siswa menjadi pembelajar mandiri yang terdeskripsi, yaitu siswa punya motivasi bahwa belajar sebagai kebutuhan, belajar mandiri, belajar kreatif, memiliki kemampuan problem solving, memperkaya bahan belajar, membuka ruang gerak belajar di rumah, belajar kerjasama, belajar dari pengalaman, memiliki kemampuan berkomunikasi, dan membentuk komunitas lokal global.
d.   Sistem pendidikan konvergen (STEAM)
STEAM merupakan sistem pendidikan dengan menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diinterpretasikan melalui teknik dan seni yang semuanya berdasar pada ilmu matematika. Sasaran dari sistem ini adalah :
v  menguatkan ide kreatif siswa
v  menumbuhkan minat siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi 
v  mengembangkan kemampuan siswa untuk menggunakan pengetahuanyang   dimiliki dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan kehidupan nyata.

2.         Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan di Korea Selatan
Tahun 1950, pemerintah Korea Selatan memiliki komitmen akan menyelesaikan masalah kemiskinan negaranya melalui pendidikan. Sebelum tahun 2009, semua kebijakan pendidikan ditentukan oleh pemerintah pusat.
a.       Kurikulum 2009
Perubahan kurikulum dilakukan dengan memberi kesempatan pada masing-masing daerah. Pemerintah pusat hanya menentukan tujuan pendidikan nasional, sementara pengembangan, pengelolaan, dan pembiayaan di serahkan pada daerah. Ada kebebasan yang diberikan pada sekolah untuk kewenangan dan pengelolaan sekolah dengan alasan karena sekolah yang tahu persis kondisi di lapangan.
b.      Revisi Kurikulum 2009
Ada beberapa pertimbangan atau kebijakan berkaitan dengan revisi kurikulum.
1)      Tujuan revisi kurikulum, yaitu:
a.    Menumbuhkan kreativitas dan membentuk karakter siswa.
b.    Merancang kurikulum dasar untuk SD, SMP, dan penjurusan siswa SMA.
c.    Mengatur kelas dalam kelompok untuk menumbuhkan kerjasama antara siswa.
d.   Mengelompokkan ulang mata pelajaran dari kurikulum umum ke dalam kelompok subjek berdasarkan kesamaan tujuan pendidikan.
e.    Memampatkan jumlah mata pelajaran tiap semester di tingkat SMP dan SMA.
2)      Kebijakan Proses Belajar Mengajar (PBM)
Kebijakan proses belajar dan mengajar dalam revisi kurikulum 2009, yaitu:
a.    Memperkuat pendidikan siswa SMP dan SMA
b.    Membuka kelompok aktivitas setelah pulang sekolah
c.    Memperkuat pendidikan kemasyarakatan setelah program sekolah.
d.   Pengembangan pendidikan kreatif dan pendidikan berkarakter.
e.    Mengurangi beban kerja administrasi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kreatif.




3)      Strategi PBM
Dalam revisi kurikulum 2009, pemerintah menerapkan strategi PBM antara lain:
a.       Mengembangkan materi program remedial untuk SD dan SMP
b.      Mengembangkan pendidikan untuk orang asing
c.       Program setelah sekolah
d.      Mendukung sistem cyber untuk pendidikan anak yang berada di plosok
e.       Membiasakan siswa berbudaya karakter dalam bermasyarakat.
c.         Evaluasi Pendidikan
Evaluasi pendidikan di Korea Selatan dilaksanakan oleh pusat evaluasi yang terdiri atas Ujian Akhir SD, Ujian Akhir SMP, dan Ujian Akhir SMA. Evaluasi tersebut hanya mencakup mata pelajaran bahasa Inggris, bahasa Korea, dan matematika sehingga kurang memperhatikan mata pelajaran lain yang tidak diujikan. Di samping itu, ada Ujian Nasional yang dipergunakan untuk menilai sekolah apakah bagus atau tidak. Data ini sangat berguna bagi pemerintah untuk memberikan perhatian dan anggaran pada sekolah. Nilai Ujian Nasional tidak berfungsi untuk menentukan kelulusan, tetapi memiliki peranan untuk tes masuk ke perguruan tinggi.
3.      Issue dan Kebijakan Pendidikan Terbaru di Korea Selatan
 Agenda pendidikan di Korea Selatan perlu dilakukan dengan pertimbangan untuk meningkatkan ekonomi dan membentuk kebijakan pendidikan lebih lanjut. Di samping itu, agenda administrasi pendidikan dengan latar belakang: (1) harapan masyarakat Korea terhadap pendidikan sangat tinggi; (2) pendidikan berfungsi merealisasikan mimpi dan bakat masyarakat Korea; (3) sumber daya untuk pendidikan yang lebih tinggi; (4) perencanaan kehidupan ke-2 karena rata-rata usia masyarakat Korea 100 tahun; dan (5) adanya subsidi biaya kuliah dan konselor karir.
 Ada beberapa hal yang mempengaruhi agenda pendidikan di Korea Selatan saat ini, antara lain: (1) persaingan yang ketat antara universitas; (2) banyak siswa yang tidak mandiri; (3) hubungan sosial antar anggota keluarga yang kurang.
Untuk saat ini, tujuan pendidikan di Korea Selatan, yaitu (1) sistem pendidikan yang sukses untuk menumbuhkan ekonomi dan demokrasi; (2) capaian nilai pendidikan yang tinggi; (3) pencapaian performa sekolah  yang diukur melalui evaluasi PISA.
  Tantangan nyata di Korea Selatan secara menyeluruh adalah : (1) menurunnya populasi usia sekolah; (2) kesempatan dunia kerja yang terbatas; (3) harapan hidup layak; dan (4) permintaan masyarakat yang majemuk.
Dengan tantangan tersebut, diperlukan target kebijakan yang tepat: (1) normalisasi pendidikan; (2) membangun kompetensi bakat; dan (3) mengurangi biaya pendidikan.
Untuk normalisasi pendidikan direncanakan hal-hal, antara lain: (1) semester bebas; (2) peningkatan pendidikan kepribadian; (3) pendidikan teksbook; (4) pendidikan olahraga; (5) zona aman radius 200 meter; (6) bimbingan siswa bermasalah; (7) mengurangi jumlah siswa di kelas: tahun 2012, jumlah siswa SMP: 24 dan SMA:32 serta tahun 2017, jumlah siswa SMP: 23 dan SMA: 25; (8) mengurangi rasio guru dan siswa: tahun 2013, SMP: 1=20 dan SMA: 1=18 serta tahun 2017, SMP: 1=18 dan SMA:1=14; (9) mengurangi administrasi guru; (10) meningkatkan sistem evaluasi siswa; dan (11) menyederhanakan persyaratan masuk universitas.
Efektivitas biaya pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut: (1) menyusun program di luar jam sekolah; (2) pendidikan gratis selama 12 tahun; (3) mengurangi biaya bimbingan privat; (4) mengurangi 50% biaya kuliah; (5) mengurangi biaya hidup; (5) mengutamakan kemampuan siswa yang cacat dan berbagai kultur budaya.
4.   Anggaran dan Dana Pendidikan di Korea Selatan.
Di Korea Selatanterdapat 17 lembaga pendidikan daerah (REAs) yang bertanggung jawab pada pengelolaan pendidikan dasar dan menengah.Selain itu, terdapat 178 lembaga pendidikan local (LEAs) di bawah REAs. Tugas LEAs hampir sama dengan REAs, tetapi sangat terbatas. Anggaran REAs merupakan tolak ukur pembiayaan pendidikan di SD dan SMP/SMA .Sumber utama anggaran REAs berasal dari pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan).Berdasarkan data OECD EAG 2013, anggaran Korea Selatan Selatan terdiri dari: 1) Pusat sebesar 67,9%; 2) Regional sebesar 29,1%; dan 3) Lokal sebesar 3,0%.
Pada tahun 2013, anggaran pendidikan di Korea Selatan untuk pendidikan dasar dan pendidikan kedua (SMP&SMA) total sebesar 4,2% dan pendidikan ketiga (lanjutan) total sebesar 2.6% dari GDP. Sehingga total 7.6% dari GDP nya.Nilai tersebut berada di atas anggaran pendidikan Jepang dan USA.
Gaji guru di Korea Selatan dibedakan berdasarkan masa kerja guru. Pada tahun 2013, gaji guru SD dimulai 27.581 $ USA dan tertinggi 48.251 $ USA (masa kerja di atas 15 tahun).Gaji guru SMP 27.476 $ USA dan tertinggi 48.146 $ USA (masa kerja di atas 15 tahun). Gaji guru SMA dimulai 27.476 $ USA dan tertinggi 48.146 $ USA (masa kerja di atas 15 tahun). Gaji guru untuk semua level pendidikan tersebut berada di atas rata-rata OECD.
5.    Pencegahan tindak kekerasan di sekolah
Pada tahun 1960 an sekolah adalah kegiatan yang menyenangkan. Murid-murid sangat hormat kepada gurunya. Begitu hormatnya merekapun tidak berani menginjak bayangan sang guru. Situasi seperti ini pada 20 tahun terakhir sulit ditemui. Para siswa stress dengan sekolah. Mereka dituntut terlalu tinggi. Orangtua mewajibkan mereka ke akademi pasca sekolah karena ingin anaknya unggul. Persaingan di sekolah sangat ketat, sehingga teman-teman di sekolah menjadi common enemy. Mereka menginginkan anaknya pintar, masuk di sekolah yang bagus, diterima di universitas yang bagus, dan dapat pekerjaan yang bagus sehingga kelak mereka akan hidup sejahtera. Pengkondisian yang berlangsung selama kurang lebih 30 tahun an ini menimbulkan sejumlah efek negatif di sekolah diantaranya mulai maraknya tindak kekerasan seperti Bullying. Bullying di Korea Selatan bisa menjadi faktor maraknya bunuh diri di kalangan remaja di negara ini. Contoh Bulliying itu misalnya anak remaja sebut saja C yang bunuh diri karena dipaksa oleh temannnya A dan B untuk menghasilkan uang dari kegiatan game on line. Saat sudah tidak sanggup lagi Ia merasa terancam dan memilih bunuh diri.
Tindak kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah siswa di sekolah disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya keluarga yang over protective¸yang tidak memperkenankan siswa melakukan banyak hal, dan hanya menghargai prestasi akademik semata. Hal ini banyak terjadi karena keluarga di Korea Selatan hanya memiliki sedikit anak, sehingga menggantungkan seluruh harapan di masa depan kepada sang anak. Faktor kedua penyebab kekerasan di sekolah adalah keluarga yang permisif dan tidak hormat. Biasanya berasal dari kalangan ekonomi rendah dengan kondisi keluarga broken home, sehingga orangtua tidak memberikan batasan perilaku dan etika yang pantas maupun tidak pantas kepada anaknya.
Mengingat tingginya tingkat kekerasan di sekolah, Kementerian pendidikan di Korea Selatan membuat sebuah kebijakan dengan visi membuat sekolah yang aman dan menyenangkan (happy and safe school). Salah satunya kegiatan Get-Along Programme, yakni aneka kegiatan yang ditujukan untuk membangun komunikasi dan kemampuan berempati siswa. Membuat pertunjukan seni dan teater dengan tema pencegahan kekerasan di sekolah, Memperkuat otonomi sekolah dalam mencegah kekerasan di sekolah, yakni dengan mengadakan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan agar siswa tidak stress di sekolah, dan mempublikasikan ke media aktivitas menyenangkan yang dilaksanakan di sekolah. yakni kebijakan preventif berupa pengurangan jam belajar dan kebijakan kuratif dengan mendatangkan polisi khusus ke sekolah
B.            Sekolah-Sekolah Masa Depan Di Era Masyarakat Digital
Abad ke-22 menuntut semua serba cepat, serba mudah, dan serba praktis. Hal ini yang menyebabkan ilmu pengetahuan dan teknolgi berkembang dengan pesat menyesuaikan dengan tuntutan jaman
1.         Nethics Education di Korea Selatan.
Nethics Education yaitu etika yang difokuskan pada hubungan antara kreasi, organisasi, desiminasi, dan penggunaan informasi serta etika standar dan moral sesuai dengan peraturan dari pemerintah dalam penggunaan internet.
Ruang lingkup dari nethics education meliputi (1) etika internet; (2) kecanduan internet; (3) hak cipta; (4) perlindungan. Kendala yang dihadapi di Korea Selatan tentang internet selain internet troll, adanya keleluasaan dalam pembajakan hasil karya seseorang, dan kecanduan game online.
Nethics education sangat penting karena digunakan untuk mengarahkan dalam penggunaan internet yang baik dan sehat. Pada lembaga survey“ Internet Use Rate of  Korea” pada tahun 2012, Korea menduduki peringkat ke 20.
2.         ICT dalam Pendidikan di Korea Selatan
Beberapa permasalahan pendidikan yang muncul di Korea mendapat perhatian khusus dari pemerintah Korea. Masalah tersebut muncul disebabkan kebebasan belajar yang didapatkan sangat rendah. Anak-anak Korea memang pandai, berdasarkan PISA 2012 kemampuan membaca siswa korea mendapat peringkat 1 di dunia, Matematika peringkat 1, Science Peringkat 2, tetapi mereka tidak senang dengan kondisi yang ada karena mereka merasa tertekan dengan durasi belajar di sekolah sangat lama mulai pagi sampai malam hari.
Pemerintah Korea Selatan telah merencanakan beberapa langkah untuk perkembangan IT sebagai berikut.
a.       Rencana Pertama tahun 1996-2000: pemerintah berusaha memasang jaringan internet di setiap sekolah dengan pembuatan konten di tiap MPOE(daerah), kemudian MPOE membagi ke MOE dan disebarkan ke MPOE lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya semacam googlewww.edunet.net.
b.      Rencana kedua tahun 2000-2003: sosialisasi dan pelatihan konten pada tenaga pendidik dan siswa. Permasalahan bagi daerah terpencil muncul karena tidak dapat menjangkau sistem tersebut. Hal itu memunculkan CHLS. Sebuah sistem informasi siswa atau sekolah di daerah terpencil sehingga sistem ini lah yang menyebabkan Korea Selatan telah mendapat penghargaan dari UNESCO.
c.       Rencana ketiga tahun 2006-2010: munculnya e-book atau pembelajaran digital. Siswa dan guru dapat mengakses semua materi pelajaran lewat komputer dan smartphone. Akhirnya, sistem pendidikan di Korea Selatan adalah SMART.
Berikut beberapa penerapan ICT di dalam dunia pendidikan di Korea :
a)        EDUNET
Portal ini menyediakan berbagai informasi untuk semua orang dalam peningkatan mutu pendidikan.EDUNET memiliki 6,4 Juta anggota (100% guru, 30% siswa tahun 2012).
b)       Cyber Home Learning System
Pusat belajar online untuk mendukung siswa dalam belajar berupa Video pembelajaran, Tes Evaluasi online, Video Konsultasi online, Chatting dengan guru, dll.
c)        Digital Textbook
Materi belajar digital yang berisi berbagai macam informasi, alat pendukung pembelajaran dan materi ujian.
d)       Sistem Administrasi Organisasi pendidikan nasional yang terintegrasi berbasis web.
e)        Sistem Pelayanan Riset dan Informasi ( RISS, Research & information service system)
Jalur Pusat layanan informasi perpustakaan digital yang berisi jurnal dan artikel, tesis dan disertasi.
f)         Sistem informasi Pendidikan Nasional (NEIS, National Education Information System)
g)        Pusat kursus online terbuka
h)       Ruang kelas yang inovatif (Smart)

1.      Metode mengajar dan pembelajaran yang meningkatkan kreativitas siswa
            Bagaimanakah mengembangkan kreatifitas siswa?Ada 3 hal yang harus diperhatikan:
a.    Variatif: harus bervariasi, banyak pilihan dalam mengembangkan kreatifitas, tidak boleh dipaksa.
b.    Apropriateness: guru harus membantu siswa dalam menemukan talenta yang ada dalam dirinya, merekan juga harus serius dalam pilihannya.
c.    Selectiveness: guru harus membantu siswa dalam menguasai talenta yang ada dalam diri siswa.
Dasar untuk membuat siswa lebih kreatif adalah:
a.    Jangan takut untuk mencintai sesuatu yang diminati.
b.    Percaya diri dengan apa yang dilakukan.
c.    Tidak memaksakan aturan/kehendak pada siswa.
d.   Guru membantu siswa untuk mengembangkan bakat dan minat.
e.    Jika menyukai sesuatu, jangan setengah-setengah.
2.      Ekstrakurikuler (Club Activities)
Ekstrakurikuler di sekolah dilaksanakan untuk menumbuhkan kreativitas dan bakat alami siswa. Di Korea Selatan terdapat sembilan kelompok aktivitas sekolah yang sangat popular, yaitu (1) kelompok belajar intensif; (2) kelompok pencinta alam dan budaya; (3) kelompok ekonomi; (4) kelompok sains; (5) kelompok internasional; (6) Regional science education resource map club; (7) kelompok membaca dan diskusi; (8) kelompok music; dan (9) Future career path club.
Tujuan after school club adalah revitalisasi kegiatan eksperiental untuk meningkatkan potensi bakat, kecerdasan, dan masa depan siswa, membantu perkembangan kreativitas siswa, dan mengelola lingkungan sekolah yang menyenangkan.
3.        STEAM
Steam merupakan kombinasi dari sains, teknologi, enginering, art dan matematika. Untuk menjadi sukses dalam education harus ada kombinasi antara lain:
a.         Pengetahuan
b.         Humanity
c.         Jiwa raga sehat dan kuat
d.        Hubungan sesama yang baik
Kombinasi ini sendiri berawal dai kreativitas berfikir, yaitu berfikir untuk menggunakan ide baru dalam suatu problem. STEAM itu sifatnya harus unik, bervariasi, fleksibel, dedikasi, dan sensibility.
Pendidikan STEAM merupakan  pemecahan masalah pendidikan untuk menarik minat dan pemahaman berdasarkan ilmu pengetahuan. 
4.        Metode Pengajaran Inovatif : Action Learning
Belajar adalah terdiri dari rumus L=P+Q+R+I, yaitu programed knowledge + questioning + reflection + implementation. Dimana kemampuan dasar yaitu guru harus paham kemampuan dasar dan memberi arahan siswa kemampuan dasar yang baik, dari situ lalu muncul pertanyaan dari siswa karena siswa merasa hanya kemampuan dasar atau guru mengarahkan siswa agar dapat bertanya dan juga mencari jawaban, kemudian guru juga memberi umpan balik berupa merangsang siswa untuk kreatif menjawab dan mencari sumber pengetahuan lanjut, dan pada akhirnya siswa dan guru merumuskan suatu pengetahuan lanjut sebagai implementasi dari kegiatan belajar itu.
Action learning dapat tersusun dalam beberapa komponen yaitu:
a.         Action learning team
Siswa sebagai peserta didik dan guru sebagai coach
b.         Learning coach
Guru bertindak sebagai pembimbing, pengarah pikiran siswa untuk menemukan jawaban dari permasalahan dan bukan pemberi tahu jawaban dari permasalahan.
c.         Learning process
Berupa problem based learning process yaitu kegiatan siswa yang dibimbing oleh guru dengan memadukan sumber belajar digital dll.
d.        Sponcer and action will
Dalam menumbuhkembangkan kemauan belajar disupport oleh tempat belajar, bisa berupa sekolah maupun after school class.
e.         Action
Berupa beberapa tindakan aktif dari siswa yaitu bertanya, guru memberi umpan balik, dan guru juga me-resumekan tujuan belajar.
f.          Authentic problem based
Dari semua komponen diatas, maka tujuan pembelajaran tercapai dengan indikasi siswa memahami dan aktif dalam bagian merumuskan pemahaman tersebut.
5.        Kasus Pendidikan Karakter dan Kreativitas
Mengapa pendidikan kreatif perlu dilakukan di Korea Selatan? (1) pendidikan untuk masa depan anak, (2) menghadapi masalah sosial global; dan (3) ketersediaan sumber daya alam yang terbatas. Kompetensi kreatif yang diinginkan di Korea Selatan sebagai berikut.
1)        Kompetensi pribadi: kemampuan mengontrol diri dan membuat suatu karya.
2)        Kompetensi pendidikan: daya kreatif dan memecahkan masalah
3)        Kompetensi sosial: kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama
Kebijakan yang dilakukan pemerintah Korea  Selatan berkaitan dengan pendidikan kreatif, yaitu:
1)        Otonomi sekolah: sekolah mengembangkan program dan kurikulum sendiri.
2)        Revisi kurikulum: fleksibel sesuai dengan kebutuhan global.
3)        Ujian Nasional: Tidak untuk menentukan kelulusan, tetapi digunakan untuk masuk perguruan tinggi dan hanya menentukan kualitas sekolah.
4)        Dana bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari partisipasi orang tua.
5)        Pencatatan pekembangan pendidikan  tiap siswa di sekolah.
6)        Pelatihan guru untuk mengembangkan kreativitas siswa
7)        Mengembangkan kreativitas orang tua siswa.
8)        Mengembangkan kreativitas orang tua siswa.




C.    Bimbingan Karir dan Konseling Untuk Siswa Sekolah Menengah
Hidup adalah pilihan, artinya bahwa manusia hidup dihadapkan pada banyak pilihan, masing-masing bebas memilih dengan segala risiko atau tantangan yang ada. Berikut ini akan disajikan beberapa materi tentang pendidikan karir di Korea Selatan.
1.         Pembentukan karakter dan pelaksanaan konseling pada sekolah-sekolah di Busan Korea Selatan
a.       Busan High School
Busan  High School adalah salah satu SMA yang sangat terkenal di Kota Busan.  Sekolah yang berdiri pada 10 Oktober 1945. Busan High School hanya diperuntukkkan bagi laki-laki. Sekolah publik di Korea Selatana memang memisahkan laki-laki dan perempuan, kalaupun ada yang digabung biasanya lantainya dipisahkan. Pemisahan ini mempermudah pengelolaan kelas karena guru yang mengajar pada akhirnya lebih mudah mengelompokkan siswa berdasarkan karakternya. Demikian juga kasus-kasus konflik karena persolan pergaulan lawan jenis terminimalisir.
b.      Daegu  Gyungun Middle School
Penanaman karakter di Daegu  Gyungun Middle School terlihat jelas pada pengintegrasian antara pelajaran dan pembiasaan membaca di perpustakaan. Perpustakaan menjadi pelopor dalam membentuk karakter kemandirian dan tanggung jawab siswa. Mereka mendapat tugas membuat buku dari mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Pelajaran-pelajaran tertentu menugaskan siswa mencari referensi di perpustakaan.
c.       Busan International School
Busan International School adalah sekolah di kota Busan yang juga merupakan sekolah publik (negeri). Sekolah ini didominasi perempuan, dan  fokus studi lebih banyak ke ilmu sosial dan humanitis. Busan International School menyediakan dua jenis layanan konseling  dalam mengentaskan masalah siswa. Pertama masalah peminatan yang diakomodir dalam bimbingan karir. Jenis layanan kedua adalah layanan yang dikhususkan mengentaskan masalah pribadi siswa.

2.      Career Conseling and Guidance
3.       
Bimbingan dan konseling karir sangat diperhatikan dalam pendidikan di Korea Selatan. Bimbingan dan konseling karir mempunyai manfaat antara lain :
1.    Siswa mengetahui pekerjaan yang diminati di masa depan.
2.    Memberikan bimbingan kepada siswa tentang pekerjaan yang akan dipilih nantinya.
3.    Memberikan bimbingan dan konseling mengenai jurusan yang di perguruan tinggi yang sesuai dengan pekerjaan yang dipilih.
4.    Menumbuhkan motivasi belajar siswa.





















BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Berdasarkan uraian materi pada bab sebelumnya, kesimpulan tentang pendidikan di Korea Selatan sebagai berikut :

1.      Pemahaman Tentang Sistem Pendidikan Di Korea Selatan
v Kemajuan pendidikan merupakan syarat mutlak untuk membangun suatu negara.
v Sistem pendidikan menitikberatkan kepada pengembangan kreativitas siswa.
v Pemerintah Korea Selatan memfasilitasi secara utuh dan menyeluruh seluruh kebutuhan untuk terwujudnya program-program pendidikan yang berbasis kreativitas.
v Kurikulum sekolah membekali siswa dengan life skill untuk mendorong siswa menjadi entrepreneur.
v Pemerintah Korea Selatan memberikan perlindungan yang memadai, baik secara ekonomi dan hukum, kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.
v Kesejahteraan pendidik atau guru merupakan hal yang sangat penting bagi pemerintah.
v Pemerintah melibatkan sektor bisnis dan usaha untuk mendukung kemajuan pendidikan.
v Revisi dan penyusunan kurikulum melibatkan berbagai komponen, termasuk masyarakat umum dan guru.




2.      Sekolah Masa Depan Di Era Masyarakat Digital
v U-class, maupun digital textbook sudah dikembangkan sejak lama di Korea Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan telah menyiapkan sumber daya manusianya sejak dini mengenal teknologi.
v Sistem.informasi pendidikan di Korea Selatan berbasis IT (seperti EDS dan EDSS) yang dikelola oleh Pemerintah (lembagaKERIS) menyediakan semua data terkait pendidikan bagi masyarakat umum dengan prosedur akses data yang aman dan tertata.
v Infrastruktur penunjang teknologi seperti wifi, jaringan broadband untuk internet-internet di semua tempat umum, ataupun di sekolah dan kampus memiliki konektivitas yang sangat cepat sehingga mendukung layanan pembelajaran dan pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah, seperti pembelajaran on-line (e-learning), layanan pendidikan sepanjang hayat (longlife education), layanan e-book, dan layanan perpustakaan digital di Korea Selatan.

3.      Pendidikan Untuk Kreativitas Dan Convergent thinking Serta Metode-Metode Pengajarannya
v Kreativitas dan inovasi merupakan titik berat pengembangan pengajaran dan pembelajaran di Korea Selatan.
v Siswa diberi keleluasaan untuk mengembangkan bakat dan potensi diri yang dimiliki melalui pembelajaran di kelas.
v Pembelajaran dirancang berbasis kreatifitas peserta didik (student centered) dan pembelajaran kelompok (cooperative) seperti pendekatan SMART, STEAM, dan model pembelajaran ACTION LEARNING maupun FLIPPED LEARNING. Semuanya ini melibatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Guru hanya sebagai coach / fasilitator.
v Korea Selatan membudayakan gemar membaca dan berkreasi melalui program perpustakaan menyenangkan, book art karena buku merupakan jendela dunia dan menambah khasanah pengetahuan. Sehingga di Korea Selatan, ada guru perpustakaan yang bertugas untuk mengembangkan program perpustakaan yang terintegrasi dengan materi pembelajaran, bekerjasama dengan guru mata pelajaran.
4.      Bimbingan Karir dan Konseling untuk Siswa Sekolah Menengah
v Setiap sekolah memiliki satu konselor professional untuk mengetahui karakter siswa.
v Siswa dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui apa yang di inginkan, bahkan di kelas 2 SMP ada program “what do you want to be” dengan menempatkan siswa saat liburan semester ke tempat pekerjaan yang diinginkan, untuk mengenal dan mengetahui tentang pekerjaan.
v Bimbingan karir dan konseling bertujuan untuk membangun kemampuan kreatifitas dan secaraterus-menerus dalam membimbing jalan menuju pekerjaan yang sesuai dan kehidupan yang sejahtera.

5.      Konsultasi Untuk Pengajaran / Kelas / Sekolah
v Pemberdayaan kemampuan kepemimpinan guru (Leadership )menjadi salah satu langkah penting dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan karena guru tidak hanya dituntut terampil mengajar. Tetapi sejauh mana guru memiliki keahlian mengorganisir dan melatih seluruh potensi yang ada pada siswa melalui proses pembelajaran
v Guru juga dituntut untuk memiliki kemampuan / keahlian untuk mengkondisikan siswa mau berpartisispasi secara aktif dalam proses pembelajaran.
v Konsultasi dalam pembelajaran di sekolah merupakan pelayanan yang dilakukan oleh seorang konsultan professional. Di Korea Selatan, sekolah menetapkan standar yang tinggi untuk pencapaian prestasi akademik. Tujuan dari konsultasi dalam pembelajaran di sekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar dan penyesuaian diri siswa dengan pelayanan yang berhubungan dengan psikologi, perilaku, dan pembelajaran dengan dilakukan oleh konsultan professional bekerja sama dengan guru bidang studi dan personil sekolah lain yang berhubungan. Konsultan professional ditunjuk atas rekomendasi kepala sekolah, dengan anggaran dari pemerintah.

6.      Praktek Pengajaran Di Sekolah ( Kunjungan ke Sekolah - Sekolah di Busan )
v Sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran menjadi fokus perhatian sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan di Korea Selatan.
v Kegiatan eksplorasi karir masa depan bagi peserta didik menjadi program unggulan di tiap Sekolah Menengah di Busan yang dikelola oleh guru Bimbingan Karir.
v Sekolah vokasional sangat memperhatikan kualitas lulusannya. Sebelum lulus, siswa sudah dibekali dengan sertifikat keahlian, sehingga jika sudah lulus mereka dapat langsung bekerja tanpa harus melanjutkan ke perguruan tinggi.

B.     Saran
Setelah kami belajar tentang pendidikan Korea Selatan di kota Busan dapat kami tuliskan beberapa saran sebagai berikut :
1.      Bagi Pemerintah
v  Pengembangan kurikulum sekolah hendaknya melibatkan beberapa pihak, seperti orang tua siswa, guru, kepala sekolah, dan pakar ahli. Revisi dan pengembangan kurikulum dilakukan secara terbuka dan melalui tahapan-tahapan yang sistematis.
v  Infrastruktur yang memadai dan pemerataan sarana sekolah wajib dilaksanakan dengan segera agar tujuan pendidikan nasional tercapai secara menyeluruh.
v  Penggunaan teknologi informasi mutlak adanya, seiring dengan kemajuan peradaban manusia di negara maju. Jaringan broadband internet diperluas dan konektivitas dipercepat untuk mendukung pembelajaran online dan pengembangan digital text book.
v  Peningkatan fasilitas dan layanan perpustakaan, sehingga siswa gemar membaca dan berkreasi dengan khasanah pengetahuan.
2.      Bagi Sekolah
v  Perlu meningkatkan kerjasama dengan alumni, tokoh masyarakat, dan perusahaan swasta dalam rangka pemberian motivasi dan eksplorasi potensi peserta didik.
v  Perlu melaksanakan program khusus untuk meningkatkan budaya bersih, cinta tanah air dan bangga pada almamater.
v  Perlu mengadakan program kegiatan semacam outbound atau refreshing bagi seluruh komponen sekolah (guru untuk meningkatkan kebersamaan dan kenyamanan di antara komponensekolah )
v  Perlu pemberdayaan yang lebih intensif dan ekstensif bagi guru Bimbingan Karir untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian peserta didik dalam rangka menyongsong masa depannya yang sukses.



3.      Bagi Guru
v  Aktualisasi diri dalam rangka peningkatan kualitas mengajar melalui diklat dan pelatihan secara kontinyu
v  Melaksanakan model/ strategi / metode pembelajaran yang berbasis student centered (seperti inquiry, problem based, cooperative, realistic mathematic) untuk meningkatkan kreatifitas dan membentuk karakter peserta didik.













SCHEDULES

Program Of 1st Week
Date
1st
lunch
2nd
10:00 – 11:50
12:00 – 13:00
13:00 – 13:50
14:00 – 15:50
16:10 - 16:40
7/19 (Sat)
Departure to Korea
7/20 (Sun)
Inchon International
airport arrival
Go to Dong-eui University
Break
Campus Tour
7/21 (Mon)
Welcome & Orientation, Presentation on DEU
Ramadhan
Educational Trips : Busan High School
Special Lecture : Human Resources Education in the 21st century
7/22 (Tue)
Recent Educational Policies and Issuesbin South Korea
Ramadhan
Break
Korean Language
Trends in Math Education
Group study
7/23 (Wen)
Educatiinal Trips : Daegu Gyungun Middle School, Korea Educational and
Research Information Service
Special Lecture ; Case for Reading Education
7/24 (Thu)
Convergent thingking :  STEAM
Ramadhan
Break
Korean Language
The Current Education System in South Korea
Group study
7/25 (Fri)
Internet and Information
Ethics Education in South Korea
Ramadhan
Break
Korean Language
The Practice of Curriculum High School
Group study
7/26 (Sat)
Culture : Gijang Manners Village, Hanbok Experience, Traditional Game Experiece, The Crafts, etc (from 9:00 tp 17:00)
7/27 (Sun)
Free Time (Busan City Tour Bus)









 Program Of 2nd Week
Date
1st
lunch
2nd
10:00 – 11:50
12:00 – 13:00
13:00 – 13:50
14:00 – 15:50
16:10 - 16:40
7/28 (Mon)
How to Develop
Students’ Creativity
through Teaching & Learning
Break
Korea Language
Innovative Teaching Methods
Action Learning
Group study
7/29 (Tue)
History of Korea
Break
Korean Language
ICT in Education of KOREA
Group study
7/30 (Wen)
Educational Trips :
Busan International High School
Break
Culture : Haeundae, APEC House
7/31 (Thu)
Creativity Lab I
Break
Creativity Lab II
Group study
8/1 (Fri)
The Practice of Curriculum Middle School
Break
Korean Language
Prevention and Extermination of School Violence
Group study
8/2 (Sat)
Culture : Gyoungju City, National Gyoungju Museum, Bulguk Temple (from 8:00 to 20:00)
8/3 (Sun)
Free Time

















Program Of 3nd Week
Date
1st
lunch
2nd
10:00 – 11:50
12:00 – 13:00
13:00 – 13:50
14:00 – 15:50
16:10 - 16:40
8/4 (Mon)
Consulting for Learning in Class
Break
Korea Language
Innovative Teaching Methods
Flipped-Learning
Group study
8/5 (Tue)
Trens in Science Education : DNA Extraction from Banana
Break
Korean Language
Club Activities in High School
Group study
8/6 (Wen)
Educational Trips :
Busan National Mechanical Technical high School
Break
Educational Trips :
U-class in Busan Technical High School
Special Lecture : U-class and Digital textbook
8/7 (Thu)
Presentation Skill-Up : Prezi
Break
Korea Language
Career Counseling and Guidance
Group study
8/8 (Fri)
Consulting for Class / School
Break
Korean Language
Case for Art Class :
Book Art
Group study
8/9 (Sat)
Culture : National Maritime Museum, International Market (from 9:00 to 17:00)
8/10 (Sun)
Free Time (Indonesia Center)















LAMPIRAN :
DAFTAR NAMA TIM DELEGASI GURU SMP DAN SMAN/SMKN
NO
NAMA
JABATAN
1.
Choiru Rochma Septin,S.Psi
Guru SMPN 1 Surabaya
2.
Akhmad Fauzy, S.Kom
Guru SMPN 2 Surabaya
3.
Rieflita Nur Rosidah, S.Pd
Guru SMPN 2 Surabaya
4.
Rina Oktaviani, S.Pd
Guru SMPN 15 Surabaya
5.
Eka Erawati, S.Psi
Guru SMPN 6 Surabaya
6.
Evyna Untari, S.Pd
Guru SMPN 12 Surabaya
7.
Titim Diana Wulandari, S.Pd
Guru SMPN 19 Surabaya
8.
Ninik Setyo Rahayu, S.pd
Guru SMPN 23 Surabaya
9.
Achmad Azwar Pambudi, S.Pd
Guru SMAN 4 Surabaya
10.
Chulwatun Chasanah, S.Kom
Guru SMAN 4 Surabaya
11.
Fitria Indahwati, S.Pd
Guru SMAN 9 Surabaya
12.
Nurmalahayati, S.Pd
Guru SMAN 15 Surabaya
13.
Lukman Sholeh S.Kom
Guru SMKN 1 Surabaya
14.
Dwi Atwin Suyitno, S.Pd
Guru SMKN 2 Surabaya
15.
Deki Herbiyanto, S.Kom
Guru SMKN 2 Surabaya
16.
Siti Zukriyah, S.T
Guru SMKN 3 Surabaya
17.
Dion Ari Widogo, S.Pd
Guru SMKN 3 Surabaya
18.
Sultonun Huda, S.Pd
Guru SMKN 5 Surabaya
19.
Angga Ernawan Saputra, S.Pd
Guru SMKN 5 Surabaya