DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN
………………………………………………………………………………… 1
Latar
Belakang ………………………………………………………………………… 1
Dasar
Hukum …………………………………………………………………………… 3
Sumber
Dana …………………………………………………………………………….
3
Tujuan …………………………………………………………………………………… 3
Jadwal Dan Materi
Pelatihan ...........………………………………………………………….. 3
II. MATERI PELATIHAN………………………………………………………………………… 6
Pemahaman
Sistem Pendidikan di Korea Selatan ....................…………………….. 6
Sekolah-sekolah
masa depan di Era Masyarakat Digital …………………………………… 15
Pendidikan
Untuk Kreativitas serta Metode Pengajarannya ……......………………………. 25
Bimbingan
Karir dan Konseling Untuk Siswa Sekolah Menengah ..........…………………… 41
Konsultasi
Untuk Pengajaran Kelas / Sekolah ……………………………………………….47
Praktek
Pengajaran Di Sekolah ………………………………………………………….. 51
Sejarah
dan Budaya Korea Selatan.....……………………………………………………. 60
III. PENUTUP
…………………………………………………………………………………….. 77
Simpulan
……………………………………………………………………………
77
Saran .........……………………………………………………………………….. 78
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat ilahi Robby
atas limpahan rahmat dan karunianya sehingga kami bisa mengikuti kegiatan
progran teacher capacity di kota Busan- Korea selatan sebagai salah satu
implementasi kegiatan program kerjasama sister city Surabaya-Busan. Kegiatan
yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan (20 Juli – 17 Agustus 2014)
sungguh memberikan manfaat yang begitu besar khususnya kepada kami para guru
yang mengikuti program tersebut. Kami belajar banyak hal tentang sistem
pendidikan yang menjadi kunci sukses mengantarkan Korea menuju bagaian
dari negara-negara maju di dunia.
Laporan yang kami susun tentang
kegiatan selama kami disana adalah salah satu bentuk usaha kami agar nantinya
proses pembelajaran yang kami peroleh bisa menjadi inspirasi dalam merumuskan
kebijakan-kebijakan pendidikan yang lebih baik khususnya untuk Kota Surabaya.
Laporan ini juga kami susun sebagai betuk pertanggungjawaban kami agar nantinya
materi-materi ataupun kunjungan-kunjungan kami ke sekolah-sekolah, lembaga
pendidikan dan pusat-pusat kebudayaan bisa terdokumentasikan secara rapi dan
sistematis sehingga bisa menjadi referensi untuk memajukan program-program
kerjasama dengan Kota Busan di masa mendatang.
Ucapan terima kasih yang
sebanyak-banyaknya untuk Pemerintah Kota Surabaya dan segenap tim yang telah
membantu kami dalam persiapan dan selama tinggal di Busan hingga kami bisa
kembali ke Kota Surabaya dengan nyaman dan lancar. Besar harapan
kami semoga kelak bisa mengikuti program yang sama kembali di masa
mendatang.
Penyusun
Tim Delegasi
Guru Surabaya 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
merupakan usaha sadar dan terencana dalam proses menciptakan ilmu, pola pikir, akhlak dan
moral sumber daya manusia untuk mengembangkan potensi diri. Melalui pendidikan
kita dapat menciptakan masa depan sesuai dengan mimpi dan harapan untuk
meningkatkan kualitas kehidupan. Nelson Mandela mengungkapkan bahwa no country can really develop unless its
citizens are educated. Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan sistem
pendidikan nasional yang lebih baik dengan mengintegrasikan nilai – nilai
kebudayaan dan pembentukan serta pengembangan karakter peserta didik. Salah
satu upaya tersebut adalah penerapan kurikulum 2013. Tujuan diterapkannya
kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai
pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan
afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara, dan peradaban dunia.
Sekolah
merupakan salah satu elemen penting pendidikan untuk mewujudkan sumber daya
manusia yang cerdas, manusiawi, dan berakhlak mulia. Sekolah yang berkualitas
baik memiliki unsur – unsur penunjang
yang baik. Salah satu unsur penunjang sekolah adalah tenaga pendidik atau guru.
Permendiknas nomor 16 tahun 2007 menyebutkan guru harus memenuhi empat standar
kompetensi yaitu, pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat
kompetensi tersebut harus terintegrasi dengan kinerja guru sehingga tercipta
proses pembelajaran yang kreatif dan optimal.
Surabaya
sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia dengan visi misi “Menuju Surabaya sebagai Kota Jasa dan Perdagangan yang Cerdas, Manusiawi, Bermartabat, dan
Berwawasan Lingkungan” mempersiapkan diri menuju Masyarakat Ekonomi
ASEAN tahun 2015. Secara tersirat, pemerintah kota Surabaya fokus pada
pembenahan sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di tingkat nasional
maupun internasional. Salah satunya dengan peningkatan kualitas pendidikan di
sekolah dari jenjang pendidikan dasar, menengah, dan kejuruan. Salah satu implementasinya dalam bentuk pengiriman tenaga
pendidik atau guru ke negara dengan
kualitas pendidikan yang lebih baik dengan tujuan agar wawasan tentang dunia
pendidikan pada umumnya serta ketrampilan mengajar pada khususnya berkembang
dan menjadi lebih baik.
Korea
Selatan atau Republic of Korea merupakan negara bekas jajahan Jepang yang
merdeka pada 15 Agustus 1945, hampir bersamaan dengan Indonesia. Korea Selatan
merupakan salah satu negara dengan perkembangan industri dan teknologi yang
berkembang sangat pesat dalam dua dekade terakhir. Kemajuan pesat tersebut
dikarenakan sistem pendidikan korea selatan yang maju. Bahkan menurut lembaga
penelitian pendidikan internasional Pearson, Korea Selatan menempati peringkat
pertama sebagai negara dengan sistem pendidikan global terbaik diatas Jepang
maupun negara maju seperti Inggris.
Busan
merupakan kota terbesar kedua di Korea Selatan setelah ibukota negara, Seoul,
mirip dengan Surabaya. Busan juga memiliki pelabuhan besar seperti Surabaya.
Busan selain terkenal sebagai kota perdagangan, karena memiliki pelabuhan
terbesar dan terpadat kelima di dunia, juga sebagai kota pendidikan. Kegiatan
belajar mengajar di sekolah Busan sudah dikenalkan dengan pemanfaatan teknologi
informasi sejak usia dini. Konsep pembelajaran di sekolah sudah mengarah kepada
kreatifitas, inovasi pemikiran dan mengarah pada dunia usaha (entrepreneur).
Sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan berkualitas dan berdaya saing
global. Kedua kota, Busan dan Surabaya, telah menjalin kerjasama selama
bertahun – tahun sebagai sister city. Kerjasama tersebut mengerucut ke
sektor kegiatan belajar mengajar di sekolah, termasuk sister school
maupun antar universitas.
Berdasarkan
hal tersebut diatas, pemerintah kota Surabaya mengirimkan guru jenjang
pendidikan menengah dan kejuruan ke Busan, Korea Selatan sebagai upaya
peningkatan kualitas SDM di Surabaya melalui pendidikan. Hal ini juga bertujuan
untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang kepribadian, sosial, profesional,
dan pedagogik. Delegasi guru akan mengikuti “Teacher Capacity Development Training
Program” di Dong-Eui University Busan, Korea Selatan selama 30 hari.
B.
Dasar
Hukum
1.
Surat Undangan dari Dong-Eui University Busan Korea Selatan yang
ditujukan kepada Walikota Surabaya tanggal 17 Juni 2014
2.
Surat Perintah Walikota Surabaya nomor 800 / 2990 / 436.2.3/ 2014
C.
Sumber
Dana
Pengiriman delegasi 20 guru jenjang pendidikan
menengah dan kejuruan kota Surabaya untuk mengikuti kegiatan “Teacher
Capacity Development Training Program” ke Dong-Eui University Busan, Korea
Selatan seluruhnya dibiayai oleh APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2014 pada
Bagian Kerjasama.
D.
Tujuan
Tujuan
dari program ini secara umum adalah meningkatkan empat kompetensi guru seperti
tercantum dalam PERMENDIKNAS No. 16 Tahun 2007. Sedangkan tujuan secara khusus
adalah :
1.
Menambah wawasan guru tentang
sistem pendidikan di Korea Selatan
2.
Meningkatkan kemampuan guru
dalam pembelajaran dan pengajaran
berbasis student centered dan IT technology di dalam maupun di luar
kelas.
3.
Meningkatkan kemampuan guru
dalam pengelolaan kelas berbasis student
centered yang menitikberatkan pada pengembangan kreativitas peserta didik.
4.
Meningkatkan kreativitas guru
dalam pengembangan aktivitas dan umpan balik pada peserta didik
5.
Menambah wawasan guru tentang
metode assessment.
6.
Membangun hubungan kerjasama
di antara guru kedua kota.
7.
Meningkatkan motivasi guru
untuk senantiasa mengembangkan kemampuan diri.
E.
Jadwal
dan Materi Pelatihan
(1).
Pre-departure
Pembekalan
bahasa terutama bahasa Korea diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui
bagian kerjasama di Balai Bahasa, Jalan Pemuda Surabaya. Kursus bahasa
diberikan secara intensif selama dua minggu sebelum keberangkatan pada tanggal
19 Juli 2014. Selain kursus bahasa, juga diberikan pembekalan berupa wawasan
tentang kebudayaan, kondisi geografis, iklim atau cuaca, serta sistem
transportasi di Korea Selatan terutama di Busan oleh Mr. Lee Kyeong Yun.
(2).
Departure
Delegasi berangkat pada hari
Sabtu tanggal 19 Juli 2014 melalui terminal 2 bandara internasional Juanda
Surabaya menuju Incheon Korea Selatan dengan penerbangan sekali transit di
bandara Hongkong.
(3).
Training
Program
Pelaksanaan
kegiatan “Teacher Capacity Development
Training Program” ke Dong-Eui University, Busan, Korea Selatan dilaksanakan
mulai hari Senin tanggal 21 Juli 2014 sampai dengan hari Jumat tanggal 15
Agustus 2014. Materi pelatihan terdiri dari enam bagian :
1.
Pemahaman tentang sistem
pendidikan di Korea Selatan
a)
Sistem pendidikan di Korea
Selatan
b)
Kurikulum dan evaluasi
pendidikan menengah di Korea Selatan
c)
Kebijakan dan issue pendidikan di Korea Selatan
d) Anggaran
dan dana pendidikan di Korea Selatan
e)
Pencegahan tindak kekerasan
di sekolah
2.
Sekolah masa depan di era
masyarakat digital
a)
Internet dan informasi Nethics Education di Korea Selatan
b)
Perpustakaan menyenangkan
c)
ICT dalam pendidikan di Korea
Selatan
d) Content maker for e-learning
e)
Prezi
Sign Up
3.
Pendidikan untuk kreativitas
dan convergent thinking serta metode
pengajarannya
a)
Metode mengajar dan
pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa
b)
Club
Activities (Ekstrakurikuler)
c)
Trend dalam pendidikan
matematika dan sains di Korea Selatan
d) STEAM
model pendidikan
e)
Metode pengajaran inovativ : Action Learning
f)
Metode pengajaran inovativ : Flipped Learning
g)
Kasus aktual untuk
kreatifitas dan pendidikan karakter di Korea Selatan
h)
Pedoman membaca menggunakan Book Art
4.
Bimbingan karir dan konseling
untuk siswa menengah (SMP , SMA, SMK)
a)
Pembentukan karakter dan pelaksanaan
konseling di sekolah-sekolah di Korea Selatan
b)
Career
and counseling guidance
c)
MBTI : bagaimana kita
berbeda?
5.
Konsultasi untuk pengajaran /
kelas / sekolah
6.
Praktek pengajaran di bidang
pendidikan (sekolah) dan kebudayaan dengan belajar dan mengunjungi beberapa
tempat.
BAB II
MATERI PELATIHAN
A. Pemahaman Sistem
Pendidikan di Korea Selatan
Pendidikan merupakan tonggak
utama kemajuan Korea Selatan. Keberhasilan
Korea Selatan di bidang pendidikan menengah, kejuruan, dan penelitian dapat
ditunjukkan dengan (1) kinerja siswa yang sangat baik; (2) pelatihan tenaga
kerja terampil; (3) kemampuan penelitian taraf internasional; serta (4) muncul
dan berhasilnya perusahaan global.
Tes PISA tahun 2006 membuktikan bahwa minat baca siswa
SMA kelas 1 peringkat pertama dan tahun
2007 menurut TIMSS, Korea Selatan urutan ke-10 di bidang matematika. Negara ini
dikembangkan menjadi peneliti hebat urutan ke-12 tingkat SCI kategori publikasi
dengan 35.569 disertasi.
Kekuatan pendorong bangkitnya
pendidikan di Korea Selatan sebagai berikut.
1) Kesadaran
pendidikan sangat tinggi: orang tua mendorong agar anak-anaknya belajar kapan
dan di mana pun.
2) Membangun
sistem pendidikan yang bagus.
3) Promosi
pendidikan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Pelaksanaan program pendidikan
di Korea Selatan menitikberatkan pada aspek menumbuhkan dan mengeksplorasi
kreativitas dan bakat siswa. Sumber daya manusia yang kreatif diharapkan mampu
menciptakan lapangan kerja dan inovasi tiada henti di bidangnya sehingga
pendidikan di Korea Selatan mampu memberikan konstribusi pada peningkatan
perekonomian negara.
Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini gambaran sistem
pendidikan di Korea Selatan.
1. Sistem Pendidikan di Korea
Selatan
Jenjang pendidikan yang
berlaku di negara tersebut sama dengan Indonesia. Untuk jenjang pendidikan,
terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu:
1)
Pendidikan Sekolah Dasar
Tingkatan ini diikuti oleh siswa yang berusia 6 s.d. 11 tahun
dengan masa belajar 6 tahun.
2)
Pendidikan Sekolah Menengah,
terbagi atas:
a. Sekolah
Menengah Pertama (Middle School)
Tingkatan ini ditempuh selama 3 tahun dengan usia siswa 12 s.d. 14
tahun. Di Korea Selatan yang termasuk tingkat pendidikan ini, yaitu Middle School, International Middle School,
dan Private Middle school
b. Sekolah
Menengah Atas (High School)
Tingkatan ini ditempuh selama 3 tahun dengan usia siswa 15-17
tahun. Yang termasuk tingkatan pendidikan ini, yaitu High School, International High School, dan Private High School.
c.
Sekolah
Kejuruan (Vocational
school)
Tingkatan ini ditempuh selama 3 tahun
yang terdiri dari beberapa jenis jurusan dalam satu sekolah. Yang termasuk
jenis sekolalah ini contohnya: National
Mechanical Technical High School, Technical High School.
Aktivitas pengalaman kreatif terdiri atas 4 bentuk kegiatan, yaitu:
1) Aktivitas
eksplorasi, yaitu tentang belajar, lowongan kerja, kunjungan usaha, aktivitas
pelatihan karir, dsb.
2) Kelompok
aktivitas, yaitu kelompok sains, matematika, bahasa inggris, debat, kajian
buku, olahraga, seni dsb.
3) Aktivitas
kerja sukarela, yaitu menolong anak-anak multikultur, aktivitas kampanye,
kemitraan LSM, dsb.
4) Aktivitas
khusus, yaitu festival, kejuaraan, duta siswa, seminar motivasi, dsb.
Selain
kurikulum yang sudah berlaku di Korea Selatan, pemerintah membuat kebijakan
baru tentang pendidikan pada tahun 2013. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan
pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Bentuk kebijakan pendidikan sebagai berikut.
a. Pendidikan
Karir
Siswa mendapatkan layanan konseling
sejak awal tentang impian karir mereka kelak. Layanan tersebut memperkenalkan
macam pilihan karir yang bagus dengan membekali keterampilan dan keilmuan yang
mendukung.
b. Free
learning semester
Merupakan bentuk/masa belajar siswa yang dilakukan saat libur
semester melalui kegiatan mendiskusikan dan mempresentasikan tugas/proyek tentang
pengalaman atau eksplorasi diri. Kebijakan ini baru diujicobakan di beberapa
sekolah dan baru diberlakukan seluruh sekolah menengah tahun 2016.
c. Strategi
Pembelajaran SMART
Istilah SMART dapat
dijabarkan:
1) Self Directed, yaitu
membangun sistem kelas online dan
infrastruktur sekolah bersifat Cloud.
2) Motivated, yaitu
membangun sistem penilaian online dan
memperkuat kualitas guru.
3) Adaptive, yaitu
penggunaan teksbook digital, vitalisasi online
pada kurikulum umum, dan penilaian online.
4) Resource Enriced, yaitu
pengembangan dan aplikasi digital teksbook dan mengaktifkan penggunaan isi
pendidikan untuk tujuan umum.
5)
Technology
Embedded, yaitu infrastruktur sekolah berbasis Cloud Computing Services, yaitu semacam
membuat konten pendidikan berbasis web yang berfungsi sebagai layanan terbuka
bagi siswa, guru, dan orang tua.
Tujuan strategi pendidikan
SMART adalah membentuk karakter siswa menjadi pembelajar mandiri yang
terdeskripsi, yaitu siswa punya motivasi bahwa belajar sebagai kebutuhan,
belajar mandiri, belajar kreatif, memiliki kemampuan problem solving,
memperkaya bahan belajar, membuka ruang gerak belajar di rumah, belajar
kerjasama, belajar dari pengalaman, memiliki kemampuan berkomunikasi, dan
membentuk komunitas lokal global.
d. Sistem
pendidikan konvergen (STEAM)
STEAM merupakan sistem
pendidikan dengan menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
diinterpretasikan melalui teknik dan seni yang semuanya berdasar pada ilmu
matematika. Sasaran dari sistem ini adalah :
v menguatkan
ide kreatif siswa
v menumbuhkan
minat siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi
v mengembangkan
kemampuan siswa untuk menggunakan pengetahuanyang dimiliki dalam memecahkan masalah yang
berhubungan dengan kehidupan nyata.
2.
Kurikulum
dan Evaluasi Pendidikan di Korea Selatan
Tahun 1950, pemerintah Korea
Selatan memiliki komitmen akan menyelesaikan masalah kemiskinan negaranya
melalui pendidikan. Sebelum tahun 2009, semua kebijakan pendidikan ditentukan
oleh pemerintah pusat.
a. Kurikulum
2009
Perubahan kurikulum dilakukan
dengan memberi kesempatan pada masing-masing daerah. Pemerintah pusat hanya
menentukan tujuan pendidikan nasional, sementara pengembangan, pengelolaan, dan
pembiayaan di serahkan pada daerah. Ada kebebasan yang diberikan pada sekolah
untuk kewenangan dan pengelolaan sekolah dengan alasan karena sekolah yang tahu
persis kondisi di lapangan.
b. Revisi
Kurikulum 2009
Ada beberapa pertimbangan
atau kebijakan berkaitan dengan revisi kurikulum.
1) Tujuan
revisi kurikulum, yaitu:
a. Menumbuhkan
kreativitas dan membentuk karakter siswa.
b. Merancang
kurikulum dasar untuk SD, SMP, dan penjurusan siswa SMA.
c. Mengatur
kelas dalam kelompok untuk menumbuhkan kerjasama antara siswa.
d. Mengelompokkan
ulang mata pelajaran dari kurikulum umum ke dalam kelompok subjek berdasarkan
kesamaan tujuan pendidikan.
e. Memampatkan
jumlah mata pelajaran tiap semester di tingkat SMP dan SMA.
2) Kebijakan
Proses Belajar Mengajar (PBM)
Kebijakan proses belajar dan
mengajar dalam revisi kurikulum 2009, yaitu:
a. Memperkuat
pendidikan siswa SMP dan SMA
b. Membuka
kelompok aktivitas setelah pulang sekolah
c. Memperkuat
pendidikan kemasyarakatan setelah program sekolah.
d. Pengembangan
pendidikan kreatif dan pendidikan berkarakter.
e. Mengurangi
beban kerja administrasi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kreatif.
3) Strategi
PBM
Dalam revisi kurikulum 2009,
pemerintah menerapkan strategi PBM antara lain:
a. Mengembangkan
materi program remedial untuk SD dan SMP
b. Mengembangkan
pendidikan untuk orang asing
c. Program
setelah sekolah
d. Mendukung
sistem cyber untuk pendidikan anak yang berada di plosok
e. Membiasakan
siswa berbudaya karakter dalam bermasyarakat.
c. Evaluasi Pendidikan
Evaluasi pendidikan di Korea
Selatan dilaksanakan oleh pusat evaluasi yang terdiri atas Ujian Akhir SD,
Ujian Akhir SMP, dan Ujian Akhir SMA. Evaluasi tersebut hanya mencakup mata
pelajaran bahasa Inggris, bahasa Korea, dan matematika sehingga kurang
memperhatikan mata pelajaran lain yang tidak diujikan. Di samping itu, ada
Ujian Nasional yang dipergunakan untuk menilai sekolah apakah bagus atau tidak.
Data ini sangat berguna bagi pemerintah untuk memberikan perhatian dan anggaran
pada sekolah. Nilai Ujian Nasional tidak berfungsi untuk menentukan kelulusan,
tetapi memiliki peranan untuk tes masuk ke perguruan tinggi.
3. Issue dan Kebijakan
Pendidikan Terbaru di Korea Selatan
Agenda pendidikan di Korea Selatan perlu
dilakukan dengan pertimbangan untuk meningkatkan ekonomi dan membentuk
kebijakan pendidikan lebih lanjut. Di samping itu, agenda administrasi
pendidikan dengan latar belakang: (1) harapan masyarakat Korea terhadap
pendidikan sangat tinggi; (2) pendidikan berfungsi merealisasikan mimpi dan
bakat masyarakat Korea; (3) sumber daya untuk pendidikan yang lebih tinggi; (4)
perencanaan kehidupan ke-2 karena rata-rata usia masyarakat Korea 100 tahun;
dan (5) adanya subsidi biaya kuliah dan konselor karir.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi agenda
pendidikan di Korea Selatan saat ini, antara lain: (1) persaingan yang ketat
antara universitas; (2) banyak siswa yang tidak mandiri; (3) hubungan sosial
antar anggota keluarga yang kurang.
Untuk saat ini, tujuan
pendidikan di Korea Selatan, yaitu (1) sistem pendidikan yang sukses untuk
menumbuhkan ekonomi dan demokrasi; (2) capaian nilai pendidikan yang tinggi;
(3) pencapaian performa sekolah yang diukur
melalui evaluasi PISA.
Tantangan nyata di Korea Selatan secara
menyeluruh adalah : (1) menurunnya populasi usia sekolah; (2) kesempatan dunia
kerja yang terbatas; (3) harapan hidup layak; dan (4) permintaan masyarakat
yang majemuk.
Dengan tantangan tersebut,
diperlukan target kebijakan yang tepat: (1) normalisasi pendidikan; (2)
membangun kompetensi bakat; dan (3) mengurangi biaya pendidikan.
Untuk
normalisasi pendidikan direncanakan hal-hal, antara lain: (1) semester bebas;
(2) peningkatan pendidikan kepribadian; (3) pendidikan teksbook; (4) pendidikan
olahraga; (5) zona aman radius 200 meter; (6) bimbingan siswa bermasalah; (7)
mengurangi jumlah siswa di kelas: tahun 2012, jumlah siswa SMP: 24 dan SMA:32
serta tahun 2017, jumlah siswa SMP: 23 dan SMA: 25; (8) mengurangi rasio guru
dan siswa: tahun 2013, SMP: 1=20 dan SMA: 1=18 serta tahun 2017, SMP: 1=18 dan
SMA:1=14; (9) mengurangi administrasi guru; (10) meningkatkan sistem evaluasi
siswa; dan (11) menyederhanakan persyaratan masuk universitas.
Efektivitas
biaya pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut: (1) menyusun program di luar
jam sekolah; (2) pendidikan gratis selama 12 tahun; (3) mengurangi biaya
bimbingan privat; (4) mengurangi 50% biaya kuliah; (5) mengurangi biaya hidup;
(5) mengutamakan kemampuan siswa yang cacat dan berbagai kultur budaya.
4. Anggaran dan Dana Pendidikan
di Korea Selatan.
Di
Korea Selatanterdapat 17 lembaga pendidikan daerah (REAs) yang bertanggung
jawab pada pengelolaan pendidikan dasar dan menengah.Selain itu, terdapat 178
lembaga pendidikan local (LEAs) di bawah REAs. Tugas LEAs hampir sama dengan
REAs, tetapi sangat terbatas. Anggaran REAs merupakan tolak ukur pembiayaan
pendidikan di SD dan SMP/SMA .Sumber utama anggaran REAs berasal dari
pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan).Berdasarkan data OECD EAG 2013,
anggaran Korea Selatan Selatan terdiri dari: 1) Pusat sebesar 67,9%; 2)
Regional sebesar 29,1%; dan 3) Lokal sebesar 3,0%.
Pada
tahun 2013, anggaran pendidikan di Korea Selatan untuk pendidikan dasar dan
pendidikan kedua (SMP&SMA) total sebesar 4,2% dan pendidikan ketiga
(lanjutan) total sebesar 2.6% dari GDP. Sehingga total 7.6% dari GDP nya.Nilai
tersebut berada di atas anggaran pendidikan Jepang dan USA.
Gaji
guru di Korea Selatan dibedakan berdasarkan masa kerja guru. Pada tahun 2013, gaji
guru SD dimulai 27.581 $ USA
dan
tertinggi 48.251 $ USA (masa kerja di atas 15 tahun).Gaji guru SMP 27.476 $ USA
dan tertinggi 48.146 $ USA (masa kerja di atas 15 tahun). Gaji guru SMA dimulai
27.476 $ USA dan tertinggi 48.146 $ USA (masa kerja di atas 15 tahun). Gaji
guru untuk semua level pendidikan tersebut berada di atas rata-rata OECD.
5.
Pencegahan
tindak kekerasan di sekolah
Pada tahun 1960 an sekolah
adalah kegiatan yang menyenangkan. Murid-murid sangat hormat kepada gurunya.
Begitu hormatnya merekapun tidak berani menginjak bayangan sang guru. Situasi
seperti ini pada 20 tahun terakhir sulit ditemui. Para siswa stress dengan
sekolah. Mereka dituntut terlalu tinggi. Orangtua mewajibkan mereka ke akademi
pasca sekolah karena ingin anaknya unggul. Persaingan di sekolah sangat ketat,
sehingga teman-teman di sekolah menjadi common
enemy. Mereka menginginkan anaknya pintar, masuk di sekolah yang bagus,
diterima di universitas yang bagus, dan dapat pekerjaan yang bagus sehingga
kelak mereka akan hidup sejahtera. Pengkondisian yang berlangsung selama kurang
lebih 30 tahun an ini menimbulkan sejumlah efek negatif di sekolah diantaranya
mulai maraknya tindak kekerasan seperti Bullying. Bullying di Korea Selatan
bisa menjadi faktor maraknya bunuh diri di kalangan remaja di negara ini.
Contoh Bulliying itu misalnya anak remaja sebut saja C yang bunuh diri karena
dipaksa oleh temannnya A dan B untuk menghasilkan uang dari kegiatan game on
line. Saat sudah tidak sanggup lagi Ia merasa terancam dan memilih bunuh diri.
Tindak kekerasan yang
dilakukan oleh sejumlah siswa di sekolah disebabkan oleh beberapa hal,
diantaranya keluarga yang over protective¸yang tidak memperkenankan
siswa melakukan banyak hal, dan hanya menghargai prestasi akademik semata. Hal
ini banyak terjadi karena keluarga di Korea Selatan hanya memiliki sedikit
anak, sehingga menggantungkan seluruh harapan di masa depan kepada sang anak.
Faktor kedua penyebab kekerasan di sekolah adalah keluarga yang permisif dan
tidak hormat. Biasanya berasal dari kalangan ekonomi rendah dengan kondisi
keluarga “broken home”, sehingga orangtua tidak memberikan batasan
perilaku dan etika yang pantas maupun tidak pantas kepada anaknya.
Mengingat tingginya tingkat
kekerasan di sekolah, Kementerian pendidikan di Korea Selatan membuat sebuah
kebijakan dengan visi membuat sekolah yang aman dan menyenangkan (happy and
safe school). Salah satunya kegiatan “Get-Along Programme”, yakni aneka kegiatan yang
ditujukan untuk membangun komunikasi dan kemampuan berempati siswa. Membuat
pertunjukan seni dan teater dengan tema pencegahan kekerasan di sekolah,
Memperkuat otonomi sekolah dalam mencegah kekerasan di sekolah, yakni dengan
mengadakan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan agar siswa tidak stress di
sekolah, dan mempublikasikan ke media aktivitas menyenangkan yang dilaksanakan
di sekolah. yakni kebijakan preventif berupa pengurangan jam belajar dan kebijakan
kuratif dengan mendatangkan polisi khusus ke sekolah
B.
Sekolah-Sekolah
Masa Depan Di Era Masyarakat Digital
Abad
ke-22 menuntut semua serba cepat, serba mudah, dan serba praktis. Hal ini yang
menyebabkan ilmu pengetahuan dan teknolgi berkembang dengan pesat menyesuaikan
dengan tuntutan jaman
1.
Nethics
Education di Korea Selatan.
Nethics Education yaitu
etika yang difokuskan pada hubungan antara kreasi, organisasi, desiminasi,
dan penggunaan informasi serta etika standar dan moral sesuai dengan peraturan
dari pemerintah dalam penggunaan internet.
Ruang lingkup dari
nethics education meliputi (1) etika internet; (2) kecanduan internet; (3) hak
cipta; (4) perlindungan. Kendala yang dihadapi di Korea Selatan tentang
internet selain internet troll,
adanya keleluasaan dalam pembajakan hasil karya seseorang, dan kecanduan game
online.
Nethics
education sangat penting karena digunakan untuk mengarahkan dalam penggunaan
internet yang baik dan sehat. Pada lembaga survey“ Internet Use Rate of Korea” pada tahun 2012, Korea menduduki
peringkat ke 20.
2.
ICT
dalam Pendidikan di Korea Selatan
Beberapa
permasalahan pendidikan yang muncul di Korea mendapat perhatian khusus dari
pemerintah Korea. Masalah tersebut muncul disebabkan kebebasan belajar yang
didapatkan sangat rendah. Anak-anak Korea memang pandai, berdasarkan PISA 2012
kemampuan membaca siswa korea mendapat peringkat 1 di dunia, Matematika
peringkat 1, Science Peringkat 2, tetapi mereka tidak senang dengan kondisi
yang ada karena mereka merasa tertekan dengan durasi belajar di sekolah sangat
lama mulai pagi sampai malam hari.
Pemerintah Korea Selatan
telah merencanakan beberapa langkah untuk perkembangan IT sebagai berikut.
a. Rencana
Pertama tahun 1996-2000: pemerintah berusaha memasang jaringan internet di
setiap sekolah dengan pembuatan konten di tiap MPOE(daerah), kemudian MPOE
membagi ke MOE dan disebarkan ke MPOE lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya
semacam googlewww.edunet.net.
b. Rencana
kedua tahun 2000-2003: sosialisasi dan pelatihan konten pada tenaga pendidik
dan siswa. Permasalahan bagi daerah terpencil muncul karena tidak dapat
menjangkau sistem tersebut. Hal itu memunculkan CHLS. Sebuah sistem informasi
siswa atau sekolah di daerah terpencil sehingga sistem ini lah yang menyebabkan
Korea Selatan telah mendapat penghargaan dari UNESCO.
c. Rencana
ketiga tahun 2006-2010: munculnya e-book atau pembelajaran digital. Siswa dan
guru dapat mengakses semua materi pelajaran lewat komputer dan smartphone.
Akhirnya, sistem pendidikan di Korea Selatan adalah SMART.
Berikut
beberapa penerapan ICT di dalam dunia pendidikan di Korea :
a)
EDUNET
Portal ini menyediakan berbagai informasi untuk
semua orang dalam peningkatan mutu pendidikan.EDUNET memiliki 6,4 Juta anggota
(100% guru, 30% siswa tahun 2012).
b)
Cyber
Home Learning System
Pusat belajar online untuk mendukung siswa dalam
belajar berupa Video pembelajaran, Tes Evaluasi online, Video Konsultasi
online, Chatting dengan guru, dll.
c)
Digital
Textbook
Materi belajar digital yang berisi berbagai macam
informasi, alat pendukung pembelajaran dan materi ujian.
d)
Sistem
Administrasi Organisasi pendidikan nasional yang terintegrasi berbasis web.
e)
Sistem
Pelayanan Riset dan Informasi ( RISS, Research & information service
system)
Jalur Pusat layanan informasi perpustakaan digital
yang berisi jurnal dan artikel, tesis dan disertasi.
f)
Sistem
informasi Pendidikan Nasional (NEIS, National Education Information System)
g)
Pusat
kursus online terbuka
h)
Ruang
kelas yang inovatif (Smart)
1.
Metode
mengajar dan pembelajaran yang meningkatkan kreativitas siswa
Bagaimanakah mengembangkan
kreatifitas siswa?Ada 3 hal yang harus diperhatikan:
a. Variatif:
harus bervariasi, banyak pilihan dalam mengembangkan kreatifitas, tidak boleh dipaksa.
b. Apropriateness:
guru harus membantu siswa dalam menemukan talenta yang ada dalam dirinya,
merekan juga harus serius dalam pilihannya.
c. Selectiveness:
guru harus membantu siswa dalam menguasai talenta yang ada dalam diri siswa.
Dasar
untuk membuat siswa lebih kreatif adalah:
a. Jangan
takut untuk mencintai sesuatu yang diminati.
b. Percaya
diri dengan apa yang dilakukan.
c. Tidak
memaksakan aturan/kehendak pada siswa.
d. Guru
membantu siswa untuk mengembangkan bakat dan minat.
e. Jika
menyukai sesuatu, jangan setengah-setengah.
2.
Ekstrakurikuler
(Club Activities)
Ekstrakurikuler
di sekolah dilaksanakan untuk menumbuhkan kreativitas dan bakat alami siswa. Di Korea Selatan terdapat
sembilan kelompok aktivitas sekolah yang sangat popular, yaitu (1) kelompok
belajar intensif; (2) kelompok pencinta alam dan budaya; (3) kelompok ekonomi;
(4) kelompok sains; (5) kelompok internasional; (6) Regional science education
resource map club; (7) kelompok membaca dan diskusi; (8) kelompok music; dan
(9) Future career path club.
Tujuan after
school club adalah revitalisasi kegiatan
eksperiental untuk meningkatkan potensi bakat, kecerdasan, dan masa depan
siswa, membantu perkembangan kreativitas siswa, dan mengelola lingkungan
sekolah yang menyenangkan.
3.
STEAM
Steam merupakan kombinasi
dari sains, teknologi, enginering, art dan matematika. Untuk menjadi sukses
dalam education harus ada kombinasi antara lain:
a.
Pengetahuan
b.
Humanity
c.
Jiwa raga sehat dan
kuat
d.
Hubungan sesama yang
baik
Kombinasi ini sendiri berawal dai kreativitas
berfikir, yaitu berfikir untuk menggunakan ide baru dalam suatu problem. STEAM
itu sifatnya harus unik, bervariasi, fleksibel, dedikasi, dan sensibility.
Pendidikan STEAM
merupakan pemecahan masalah pendidikan
untuk menarik minat dan pemahaman berdasarkan ilmu pengetahuan.
4.
Metode
Pengajaran Inovatif : Action Learning
Belajar
adalah terdiri dari rumus L=P+Q+R+I, yaitu programed knowledge + questioning +
reflection + implementation. Dimana kemampuan dasar yaitu guru harus paham
kemampuan dasar dan memberi arahan siswa kemampuan dasar yang baik, dari situ
lalu muncul pertanyaan dari siswa karena siswa merasa hanya kemampuan dasar
atau guru mengarahkan siswa agar dapat bertanya dan juga mencari jawaban,
kemudian guru juga memberi umpan balik berupa merangsang siswa untuk kreatif
menjawab dan mencari sumber pengetahuan lanjut, dan pada akhirnya siswa dan
guru merumuskan suatu pengetahuan lanjut sebagai implementasi dari kegiatan
belajar itu.
Action
learning dapat tersusun dalam beberapa komponen yaitu:
a.
Action
learning team
Siswa
sebagai peserta didik dan guru sebagai coach
b.
Learning
coach
Guru
bertindak sebagai pembimbing, pengarah pikiran siswa untuk menemukan jawaban
dari permasalahan dan bukan pemberi tahu jawaban dari permasalahan.
c.
Learning
process
Berupa
problem based learning process yaitu kegiatan siswa yang dibimbing oleh guru
dengan memadukan sumber belajar digital dll.
d.
Sponcer
and action will
Dalam
menumbuhkembangkan kemauan belajar disupport oleh tempat belajar, bisa berupa
sekolah maupun after school class.
e.
Action
Berupa
beberapa tindakan aktif dari siswa yaitu bertanya, guru memberi umpan balik,
dan guru juga me-resumekan tujuan
belajar.
f.
Authentic
problem based
Dari
semua komponen diatas, maka tujuan pembelajaran tercapai dengan indikasi siswa
memahami dan aktif dalam bagian merumuskan pemahaman tersebut.
5.
Kasus
Pendidikan Karakter dan Kreativitas
Mengapa pendidikan kreatif perlu dilakukan di
Korea Selatan? (1) pendidikan untuk masa depan anak, (2) menghadapi masalah
sosial global; dan (3) ketersediaan sumber daya alam yang terbatas. Kompetensi
kreatif yang diinginkan di Korea Selatan sebagai berikut.
1)
Kompetensi pribadi: kemampuan mengontrol diri dan membuat suatu karya.
2)
Kompetensi pendidikan: daya kreatif dan memecahkan masalah
3)
Kompetensi sosial: kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama
Kebijakan yang dilakukan pemerintah
Korea Selatan berkaitan dengan
pendidikan kreatif, yaitu:
1)
Otonomi sekolah: sekolah mengembangkan program dan kurikulum sendiri.
2)
Revisi kurikulum: fleksibel sesuai dengan kebutuhan global.
3)
Ujian Nasional: Tidak untuk menentukan kelulusan, tetapi digunakan untuk
masuk perguruan tinggi dan hanya menentukan kualitas sekolah.
4)
Dana bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari partisipasi orang
tua.
5)
Pencatatan pekembangan pendidikan
tiap siswa di sekolah.
6)
Pelatihan guru untuk mengembangkan kreativitas siswa
7)
Mengembangkan kreativitas orang tua siswa.
8)
Mengembangkan kreativitas orang tua siswa.
C.
Bimbingan
Karir dan Konseling Untuk Siswa Sekolah Menengah
Hidup adalah pilihan, artinya
bahwa manusia hidup dihadapkan pada banyak pilihan, masing-masing bebas memilih
dengan segala risiko atau tantangan yang ada. Berikut ini akan disajikan
beberapa materi tentang pendidikan karir di Korea Selatan.
1.
Pembentukan karakter dan
pelaksanaan konseling pada sekolah-sekolah di Busan – Korea Selatan
a. Busan High School
Busan High School adalah salah satu SMA yang sangat
terkenal di Kota Busan. Sekolah yang
berdiri pada 10 Oktober 1945. Busan High School hanya
diperuntukkkan bagi laki-laki. Sekolah publik di Korea Selatana memang
memisahkan laki-laki dan perempuan, kalaupun ada yang digabung biasanya
lantainya dipisahkan. Pemisahan ini mempermudah pengelolaan kelas karena guru
yang mengajar pada akhirnya lebih mudah mengelompokkan siswa berdasarkan
karakternya. Demikian juga kasus-kasus konflik karena persolan pergaulan lawan
jenis terminimalisir.
b. Daegu Gyungun Middle School
Penanaman karakter di
Daegu Gyungun Middle School terlihat
jelas pada pengintegrasian antara pelajaran dan pembiasaan membaca di
perpustakaan. Perpustakaan menjadi pelopor dalam membentuk karakter kemandirian
dan tanggung jawab siswa. Mereka mendapat tugas membuat buku dari mata
pelajaran yang diajarkan di kelas. Pelajaran-pelajaran tertentu menugaskan
siswa mencari referensi di perpustakaan.
c. Busan International School
Busan International School
adalah sekolah di kota Busan yang juga merupakan sekolah publik (negeri). Sekolah ini didominasi
perempuan, dan fokus studi lebih banyak
ke ilmu sosial dan humanitis. Busan International School
menyediakan dua jenis layanan konseling
dalam mengentaskan masalah siswa. Pertama masalah peminatan yang
diakomodir dalam bimbingan karir. Jenis layanan kedua adalah
layanan yang dikhususkan mengentaskan masalah pribadi siswa.
2.
Career Conseling and Guidance
3.
Bimbingan dan konseling karir sangat
diperhatikan dalam pendidikan di Korea Selatan. Bimbingan dan konseling karir
mempunyai manfaat antara lain :
1. Siswa mengetahui pekerjaan
yang diminati di masa depan.
2. Memberikan bimbingan kepada
siswa tentang pekerjaan yang akan dipilih nantinya.
3. Memberikan bimbingan dan
konseling mengenai jurusan yang di perguruan tinggi yang sesuai dengan
pekerjaan yang dipilih.
4. Menumbuhkan motivasi belajar
siswa.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Berdasarkan uraian materi pada bab sebelumnya, kesimpulan
tentang pendidikan di Korea Selatan sebagai berikut :
1.
Pemahaman
Tentang Sistem Pendidikan Di Korea Selatan
v Kemajuan
pendidikan merupakan syarat mutlak untuk membangun suatu negara.
v Sistem
pendidikan menitikberatkan kepada pengembangan kreativitas siswa.
v Pemerintah
Korea Selatan memfasilitasi secara utuh dan menyeluruh seluruh kebutuhan untuk terwujudnya
program-program pendidikan yang berbasis kreativitas.
v Kurikulum
sekolah membekali siswa dengan life skill
untuk mendorong siswa menjadi entrepreneur.
v Pemerintah
Korea Selatan memberikan perlindungan yang memadai, baik secara ekonomi dan hukum,
kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.
v Kesejahteraan
pendidik atau guru merupakan hal yang sangat penting bagi pemerintah.
v Pemerintah
melibatkan sektor bisnis dan usaha untuk mendukung kemajuan pendidikan.
v Revisi
dan penyusunan kurikulum melibatkan berbagai komponen, termasuk masyarakat umum
dan guru.
2.
Sekolah
Masa Depan Di Era Masyarakat Digital
v U-class, maupun
digital textbook sudah dikembangkan
sejak lama di Korea Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan telah
menyiapkan sumber daya manusianya sejak dini mengenal teknologi.
v Sistem.informasi
pendidikan di Korea Selatan berbasis IT (seperti EDS dan EDSS) yang dikelola oleh
Pemerintah (lembagaKERIS) menyediakan semua data terkait pendidikan bagi masyarakat
umum dengan prosedur akses data yang aman dan tertata.
v Infrastruktur
penunjang teknologi seperti wifi, jaringan broadband untuk internet-internet di
semua tempat umum, ataupun di sekolah dan kampus memiliki konektivitas yang sangat
cepat sehingga mendukung layanan pembelajaran dan pendidikan yang dikembangkan
oleh pemerintah, seperti pembelajaran on-line (e-learning), layanan pendidikan sepanjang
hayat (longlife education), layanan e-book, dan layanan perpustakaan digital
di Korea Selatan.
3.
Pendidikan
Untuk Kreativitas Dan Convergent thinking
Serta Metode-Metode Pengajarannya
v Kreativitas
dan inovasi merupakan titik berat pengembangan pengajaran dan pembelajaran di
Korea Selatan.
v Siswa
diberi keleluasaan untuk mengembangkan bakat dan potensi diri yang dimiliki
melalui pembelajaran di kelas.
v Pembelajaran
dirancang berbasis kreatifitas peserta didik (student centered) dan pembelajaran kelompok (cooperative) seperti pendekatan SMART, STEAM, dan model
pembelajaran ACTION LEARNING maupun FLIPPED LEARNING. Semuanya ini melibatkan
siswa sebagai pusat pembelajaran. Guru hanya sebagai coach / fasilitator.
v Korea
Selatan membudayakan gemar membaca dan berkreasi melalui program perpustakaan
menyenangkan, book art karena buku
merupakan jendela dunia dan menambah khasanah pengetahuan. Sehingga di Korea
Selatan, ada guru perpustakaan yang bertugas untuk mengembangkan program
perpustakaan yang terintegrasi dengan materi pembelajaran, bekerjasama dengan
guru mata pelajaran.
4.
Bimbingan
Karir dan Konseling untuk Siswa Sekolah Menengah
v Setiap
sekolah memiliki satu konselor professional untuk mengetahui karakter siswa.
v Siswa
dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui apa yang di inginkan, bahkan di kelas
2 SMP ada program “what do you want to be” dengan menempatkan siswa saat
liburan semester ke tempat pekerjaan yang diinginkan, untuk mengenal dan
mengetahui tentang pekerjaan.
v Bimbingan karir dan konseling
bertujuan untuk membangun kemampuan kreatifitas dan secaraterus-menerus dalam membimbing
jalan menuju pekerjaan yang sesuai dan kehidupan yang sejahtera.
5.
Konsultasi
Untuk Pengajaran / Kelas / Sekolah
v Pemberdayaan
kemampuan kepemimpinan guru (Leadership )menjadi
salah satu langkah penting dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan karena guru
tidak hanya dituntut terampil mengajar. Tetapi sejauh mana guru memiliki
keahlian mengorganisir dan melatih seluruh potensi yang ada pada siswa melalui
proses pembelajaran
v Guru
juga dituntut untuk memiliki kemampuan / keahlian untuk mengkondisikan siswa
mau berpartisispasi secara aktif dalam proses pembelajaran.
v
Konsultasi dalam pembelajaran di sekolah merupakan pelayanan yang dilakukan
oleh seorang konsultan professional. Di Korea Selatan, sekolah menetapkan
standar yang tinggi untuk pencapaian prestasi akademik. Tujuan dari konsultasi
dalam pembelajaran di sekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar dan
penyesuaian diri siswa dengan pelayanan yang berhubungan dengan psikologi,
perilaku, dan pembelajaran dengan dilakukan oleh konsultan professional bekerja
sama dengan guru bidang studi dan personil sekolah lain yang berhubungan.
Konsultan professional ditunjuk atas rekomendasi kepala sekolah, dengan
anggaran dari pemerintah.
6.
Praktek Pengajaran
Di Sekolah ( Kunjungan ke Sekolah - Sekolah di Busan )
v Sarana
dan prasarana pendukung proses pembelajaran menjadi fokus perhatian sebagai
alat untuk mencapai tujuan pendidikan di Korea Selatan.
v Kegiatan
eksplorasi karir masa depan bagi peserta didik menjadi program unggulan di tiap
Sekolah Menengah di Busan yang dikelola oleh guru Bimbingan Karir.
v Sekolah
vokasional sangat memperhatikan kualitas lulusannya. Sebelum lulus, siswa sudah
dibekali dengan sertifikat keahlian, sehingga jika sudah lulus mereka dapat
langsung bekerja tanpa harus melanjutkan ke perguruan tinggi.
B.
Saran
Setelah kami belajar tentang pendidikan
Korea Selatan di kota Busan dapat kami tuliskan beberapa saran sebagai berikut
:
1.
Bagi Pemerintah
v Pengembangan kurikulum sekolah hendaknya
melibatkan beberapa pihak, seperti orang tua siswa, guru, kepala sekolah, dan
pakar ahli. Revisi dan pengembangan kurikulum dilakukan secara terbuka dan
melalui tahapan-tahapan yang sistematis.
v Infrastruktur yang memadai dan pemerataan
sarana sekolah wajib dilaksanakan dengan segera agar tujuan pendidikan nasional
tercapai secara menyeluruh.
v Penggunaan teknologi informasi mutlak adanya,
seiring dengan kemajuan peradaban manusia di negara maju. Jaringan broadband
internet diperluas dan konektivitas dipercepat untuk mendukung pembelajaran
online dan pengembangan digital text book.
v Peningkatan fasilitas dan layanan
perpustakaan, sehingga siswa gemar membaca dan berkreasi dengan khasanah
pengetahuan.
2.
Bagi Sekolah
v Perlu meningkatkan
kerjasama dengan alumni, tokoh masyarakat, dan perusahaan swasta dalam rangka pemberian
motivasi dan eksplorasi potensi peserta didik.
v Perlu melaksanakan
program khusus untuk meningkatkan budaya bersih, cinta tanah air dan bangga pada
almamater.
v Perlu mengadakan
program kegiatan semacam outbound atau refreshing bagi seluruh komponen sekolah
(guru untuk meningkatkan kebersamaan dan kenyamanan di antara komponensekolah )
v Perlu pemberdayaan
yang lebih intensif dan ekstensif bagi guru Bimbingan Karir untuk meningkatkan
rasa percaya diri dan kemandirian peserta didik dalam rangka menyongsong masa
depannya yang sukses.
3.
Bagi Guru
v Aktualisasi diri dalam rangka peningkatan
kualitas mengajar melalui diklat dan pelatihan secara kontinyu
v Melaksanakan model/ strategi / metode pembelajaran
yang berbasis student centered (seperti
inquiry, problem based, cooperative,
realistic mathematic) untuk meningkatkan kreatifitas dan membentuk karakter
peserta didik.
SCHEDULES
Program Of 1st Week
|
Date
|
1st
|
lunch
|
2nd
|
|
10:00 – 11:50
|
12:00 – 13:00
|
13:00 – 13:50
|
14:00 – 15:50
|
16:10 - 16:40
|
|
7/19 (Sat)
|
Departure to Korea
|
|
7/20 (Sun)
|
Inchon International
airport arrival
→ Go to Dong-eui University
|
Break
|
Campus Tour
|
|
7/21 (Mon)
|
Welcome & Orientation,
Presentation on DEU
|
Ramadhan
|
Educational Trips : Busan
High School
Special Lecture : Human
Resources Education in the 21st century
|
|
7/22 (Tue)
|
Recent Educational Policies
and Issuesbin South Korea
|
Ramadhan
|
Break
|
Korean Language
|
Trends in Math Education
|
Group study
|
|
7/23 (Wen)
|
Educatiinal Trips : Daegu
Gyungun Middle School, Korea Educational and
Research Information
Service
Special Lecture ; Case for
Reading Education
|
|
7/24 (Thu)
|
Convergent thingking : STEAM
|
Ramadhan
|
Break
|
Korean Language
|
The Current Education
System in South Korea
|
Group study
|
|
7/25 (Fri)
|
Internet and Information
Ethics Education in South
Korea
|
Ramadhan
|
Break
|
Korean Language
|
The Practice of Curriculum
High School
|
Group study
|
|
7/26 (Sat)
|
Culture : Gijang Manners
Village, Hanbok Experience, Traditional Game Experiece, The Crafts, etc (from
9:00 tp 17:00)
|
|
7/27 (Sun)
|
Free Time (Busan City Tour
Bus)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Program
Of 2nd Week
|
Date
|
1st
|
lunch
|
2nd
|
|
10:00 – 11:50
|
12:00 – 13:00
|
13:00 – 13:50
|
14:00 – 15:50
|
16:10 - 16:40
|
|
7/28 (Mon)
|
How to Develop
Students’ Creativity
through Teaching &
Learning
|
|
Break
|
Korea Language
|
Innovative Teaching Methods
Action Learning
|
Group study
|
|
7/29 (Tue)
|
History of Korea
|
|
Break
|
Korean Language
|
ICT in Education of KOREA
|
Group study
|
|
7/30 (Wen)
|
Educational Trips :
Busan International High
School
|
|
Break
|
Culture : Haeundae, APEC
House
|
|
7/31 (Thu)
|
Creativity Lab I
|
|
Break
|
Creativity Lab II
|
Group study
|
|
8/1 (Fri)
|
The Practice of Curriculum
Middle School
|
|
Break
|
Korean Language
|
Prevention and
Extermination of School Violence
|
Group study
|
|
8/2 (Sat)
|
Culture : Gyoungju City, National
Gyoungju Museum, Bulguk Temple (from 8:00 to 20:00)
|
|
8/3 (Sun)
|
Free Time
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Program Of 3nd Week
|
Date
|
1st
|
lunch
|
2nd
|
|
10:00 – 11:50
|
12:00 – 13:00
|
13:00 – 13:50
|
14:00 – 15:50
|
16:10 - 16:40
|
|
8/4 (Mon)
|
Consulting for Learning in
Class
|
|
Break
|
Korea Language
|
Innovative Teaching Methods
Flipped-Learning
|
Group study
|
|
8/5 (Tue)
|
Trens in Science Education
: DNA Extraction from Banana
|
|
Break
|
Korean Language
|
Club Activities in High
School
|
Group study
|
|
8/6 (Wen)
|
Educational Trips :
Busan National Mechanical
Technical high School
|
|
Break
|
Educational Trips :
U-class in Busan Technical
High School
Special Lecture : U-class
and Digital textbook
|
|
8/7 (Thu)
|
Presentation Skill-Up :
Prezi
|
|
Break
|
Korea Language
|
Career Counseling and
Guidance
|
Group study
|
|
8/8 (Fri)
|
Consulting for Class /
School
|
|
Break
|
Korean Language
|
Case for Art Class :
Book Art
|
Group study
|
|
8/9 (Sat)
|
Culture : National Maritime
Museum, International Market (from 9:00 to 17:00)
|
|
8/10 (Sun)
|
Free Time (Indonesia
Center)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
LAMPIRAN
:
DAFTAR NAMA TIM DELEGASI GURU SMP DAN
SMAN/SMKN
|
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
|
1.
|
Choiru Rochma Septin,S.Psi
|
Guru SMPN 1 Surabaya
|
|
2.
|
Akhmad Fauzy, S.Kom
|
Guru SMPN 2 Surabaya
|
|
3.
|
Rieflita Nur Rosidah, S.Pd
|
Guru SMPN 2 Surabaya
|
|
4.
|
Rina Oktaviani, S.Pd
|
Guru SMPN 15 Surabaya
|
|
5.
|
Eka Erawati, S.Psi
|
Guru SMPN 6 Surabaya
|
|
6.
|
Evyna Untari, S.Pd
|
Guru SMPN 12 Surabaya
|
|
7.
|
Titim Diana Wulandari, S.Pd
|
Guru SMPN 19 Surabaya
|
|
8.
|
Ninik Setyo Rahayu, S.pd
|
Guru SMPN 23 Surabaya
|
|
9.
|
Achmad Azwar Pambudi, S.Pd
|
Guru SMAN 4 Surabaya
|
|
10.
|
Chulwatun Chasanah, S.Kom
|
Guru SMAN 4 Surabaya
|
|
11.
|
Fitria Indahwati, S.Pd
|
Guru SMAN 9 Surabaya
|
|
12.
|
Nurmalahayati, S.Pd
|
Guru SMAN 15 Surabaya
|
|
13.
|
Lukman Sholeh S.Kom
|
Guru SMKN 1 Surabaya
|
|
14.
|
Dwi Atwin Suyitno, S.Pd
|
Guru SMKN 2 Surabaya
|
|
15.
|
Deki Herbiyanto, S.Kom
|
Guru SMKN 2 Surabaya
|
|
16.
|
Siti Zukriyah, S.T
|
Guru SMKN 3 Surabaya
|
|
17.
|
Dion Ari Widogo, S.Pd
|
Guru SMKN 3 Surabaya
|
|
18.
|
Sultonun Huda, S.Pd
|
Guru SMKN 5 Surabaya
|
|
19.
|
Angga Ernawan Saputra, S.Pd
|
Guru SMKN 5 Surabaya
|